Banjir Merata Landa Cirebon, Indramayu dan Kuningan

Ilustrasi Banjir bandang Kuningan/ Youtube

CIREBON –  Bencana alam  banjir telah membuat ribuan rumah terendam, merata di Cirebon, Indramayu dan Kuningan, Jawa Barat dalam waku yang hampir bersamaan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan Agus Mauludin menyebutkan banjir bandang yang melanda Kuningan merendam tujuh desa yakni Desa Citenjo, Sindangjawa, Cipondok, Sukaharja, Cibingbin, Dukuhbadag dan Ciangir.

Banjir bandang membuat ratusan rumah warga terendam hingga mencapai kedalaman 2 meter, terutama tiga daerah yang berada di pinggir sungai Cijangkelok yaitu Sukaharja, Citenjo dan Cibingbin.

Berdasarkan data BPBD dari hasil laporan petugas di lapangan, kata Agus, banjir bandang menyebabkan 770 rumah terkena banjir, lebih dari 500 hewan ternak hanyut, dan 97 hektare sawah rusak, serta dua sekolah dasar (SD) tergenang. “Beruntung banjir bandang tidak berlangsung lama, hanya sekitar satu jam kemudian air mulai surut. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut,” kata Agus, dikutip dari radar cirebon.

Setelah Kuningan dilanda banjir bandang pada Minggu (22/1/2017), giliran Kecamatan Gunung Jati, yang dilanda banjir pada Senin (23/1/2017) dan banjir merendam tiga desa di Kecamatan Gunung Jati yakni Desa Astana, Wanakaya, dan Desa Grogol. Menjelang maghrib, banjir meluas ke Desa Kalisapu. Sehingga total empat desa di Kecamatan Gunung Jati yang terendam banjir.

Sementara itu Kepala Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon Sudarna mengatakan pihaknya masih melakukan peninjauan dan pendataan. Selain di Kecamatan Gunung Jati, pihaknya juga mendapatkan laporan banjir di Kecamatan Tengahtani.

Untuk Kecamatan tengahtani, Sudarna menyebutkan ada ratusan rumah yang terendam banjir. “Terdampak ada sekitar 307 rumah di Tengahtani. Ketinggian bervariasi dan banjirnya tidak lama karena hanya lewat,” beber Sudarna.

Banjir juga menerjang Desa Tegalgubug Kidul, Kecamatan Arjawinangun. “Hujannya cuma gerimis. Tapi, aliran air sungai meluap ke pemukiman warga dengan ketinggian yang berbeda-beda. Ada yang 20 cm, ada yang 30 cm, hingga 1 meter,” ujar Khadir (38), salah warga Desa Tegalgubug Lor, kemarin.

Laporan dari Kabupaten Indramayu, meluapnya kali Cimanuk telah merendam sedikitnya 50 rumah di Desa Tulungagung, Kecamatan Kertasmaya. Air setinggi lutut orang dewasa masuk ke rumah-rumah warga. Meski demikian, warga tetap memilih bertahan di rumah masing-masing.

Kuwu Tulungagung Hj Hartinih mengatakan banjir yang menerjang wilayahnya dikarenakan salah satu klep tanggul kali Cimanuk jebol. Akibatnya air dari luapan kali Cimanuk masuk ke pemukiman warga. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Indramayu dan instansi lainnya untuk mengevakuasi dan membantu warga.

 

 

Advertisement