Banjir Pahang Memburuk, 1.884 Jiwa Mengungsi

KUANTAN, 3 Jan -- Penduduk Kampung Sri Damai Samsudin Abdul Shukor, 65, membawa tiga cucunya (dari kiri) Irdina Insyirah Mohd Zamizi, 8, Muhammad Irfan Muhaimin Mohd Zamizi, 11, dan Aqif Izzuddin Mohd Shamsul Azmi, 6, menaiki bot untuk untuk ke sekolah selepas rumah mereka dinaiki air banjir hari ini. Bagaimanapun Sekolah Kebangsaan Sri Damai terpaksa ditutup akibat dinaiki banjir selepas hujan lebat berterusan selama empat hari. --fotoBERNAMA (2018) HAK CIPTA TERPELIHARA

KUANTAN – Kondisi Negara Bagian Pahang, Malaysia, yang dilanda banjir semakin memburuk, jumlah korban melonjak hingga 1.884 orang dari 543 keluarga, Rabu (3/1/2018), sebelumnya korban terdampak sebesar 1.331 orang dari 375 keluarga.

Direktur Pertahanan Sipil Pahang Zainal Yusof mengatakan Pekan adalah kabupaten terakhir yang mengalami banjir dan pusat pertolongan pertama yang dibuka pada pukul 1 pagi hari ini di Sekolah Kebangsaan Merchong Jaya Nenasi, menampung 52 orang dari 13 keluarga.

“Kuantan adalah kabupaten yang terkena dampak banjir paling parah dan mencatat jumlah pengungsi paling banyak sekitar 1.258 orang dari 373 keluarga yang berada di 13 pusat pengungsian. Di Rompin 574 orang dari 157 keluarga tinggal di tujuh pusat pengungsian,” katanya.

Dikutip dari Bernama, menurut Zainal, sebagian besar korban banjir di kabupaten tersebut dipindahkan ke Sekolah Kebangsaan (SK) Fakeh Abdul Samad (267 orang dari 65 keluarga) disusul Sekolah Menengah Kebangsaan Gudang Rasau (263 orang dari 71 keluarga).

Advertisement