PERU – Setidaknya 75 orang tewas dan lebih dari 10.600 rumah telah hancur dalam banjir terburuk di Peru dalam beberapa dekade, dimana bencana tanah longsor juga telah menghancurkan 1.900 kilometer jalan.
Akibatnya, seluruh Kabupaten ibukota Lima telah mengalami krisis air bersih beberapa hari. Bahkan air minum di Istana Presiden Pedro Pablo Kuczynski saja tidak ada.
Pasokan air dicoba untuk dinormalisasi secara bertahap mulai Senin (20/3/2017) kemarin.
Hujan yang tiada henti sejak Rabu pean lalu menjadi penyebab banjir dan terganggunya pasokan air di bagian besar wilayah diLima. Sungai-sungai dan tanah longsor telah melonggarkan puing-puing dan lumpur, sehingga pabrik pengolahan air pu tutup.
Kekurangan air juga menyebabkan dua tahanan tewas dalam kebakaran pada Minggu (19/3/2017) di sebuah penjara di Lima karena kurangnya air untuk memedamkan api.
Menteri Dalam Negeri Carlos Basombio mengatakan kekurangan air telah melanda upaya untuk memadamkan api di penjara Lurigancho, di mana 9.000 narapidana terkunci, demikian dilansir German Press Agency, Selasa (21/3/2017).





