GRESIK – Bayi berkepala dua asal Gresik, putri kedua pasangan suami istri Dianto-Sri Wahyuni, yang lahir Selasa (9/8/2016) berpeluang tumbuh hingga dewasa, meskipun kemungkinannya kecil. Namun kini bayi tersebut diinformasikan dalam kondisi yang bagus.
“Seperti pada umumnya, kondisi bayi itu bisa memburuk dan membaik dalam hitungan menit ke jam. Tapi sejauh ini, kondisinya memang bagus,” kata dokter Wiweka Marbawani di RSUD Ibnu Sina Gresik, Rabu (10/8/2016).
Menurutnya kondisi bayi ini secara medis disebut dicephalic parapagus, yakni bayi yang lahir dengan satu tubuh namun dua kepala. Bayi ini memiliki satu badan dengan satu jantung, satu paru-paru dan satu dubur, tapi kepalanya dua.
“Ini bukan kembar siam seperti pada umumnya. Di Rumah Sakit Ibnu Sina, ini yang pertama. Demikian halnya dari hasil koordinasi dengan RSUD Dr Soetomo, dari enam kembar siam yang ditangani di sana, juga ini yang pertama kali,” paparnya, seperti dikutip dari Tribunnews.
Namun pihaknya hingga kini belum mengetahui penyebab pasti dari penyakit yang dialami sang bayi, karena kondisinya juga terbilang terlambat diketahui karena sejak berada di dalam kandungan tidak pernah di USG (ultrasonografi).
Operasi pemisahan kepala tidak dapat dilakukan, dan sejauh ini hanya bisa dilakukan monitoring dan perawatan untuk pertolongan sementara sambil terus berkoordinasi dengan RSUD Dr Soetomo Surabaya. “Pihak RSUD Dr Soetomo, tidak menyarankan dirujuk ke sana. Dan memang bayi dicephalic parapagus tidak bisa dilakukan operasi pemisahan. Karena kepalanya ada dua, tapi hanya satu tubuh,” sambung Wiweka.
Peluang hidup bayi ini kecil. Ia sempat menyebut peluang bayi yang hingga hari kedua belum sempat merasakan air susu ibunya ini hanya sekitar satu persen.
Sementara itu irektur Utama RSUD Ibnu Sina dr Endang Puspitowati mengatakan hanya dapat berusaha semaksimal mungkin, “Tapi namanya juga hidup, semua tetap apa kata Tuhan. Bayi yang terlihat sangat sehat saja, tidak menutup kemungkinan meninggal dunia. Kami hanya bisa berusaha maksimal untuk melakukan perawatan,” ujarnya.





