NGABANG – Seorang bayi dengan berat 6,3 kilogram, lahir dari pasangan Suandi (37) dan Endang Sunengsih (27) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Landak, Ngabang, Kalimantan Barat, Selasa (22/8/2017).
Sang ayah, Suandi (37) menuturkan, baru mengetahui kalau bayinya berukuran besar beberapa saat sebelum istrinya melahirkan. Persalinan putra keduanya itu kemudian dilakukan dengan cara operasi sesar.
“Saya bangganya luar biasa. Karena tes USG sebelumnya waktu masih delapan bulan, beratnya 4 kilogram. Akhirnya satu-satunya jalan ya operasi sesar. Tapi syukurlah semuanya lancar,” kata warga Gang Tanjungpura 4, Desa Hilir Kantor Kecamatan Ngabang ini, dilansir Antara, Jumat (25/8/2017).
Saat ini, sang ibu masih mendapatkan perawatan setelah melalui proses persalinan sesar. Begitu pula si bayi, terpaksa diberikan infus dan bantuan pernafasan karena menurut tim dokter, dengan bobotnya yang besar untuk ukuran bayi yang baru lahir, masih perlu mendapatkan perawatan dan pengawasan dari rumah sakit.
Anjuran dari dokter, bayi itu harus diawasi paling cepat empat hari. Akan tetapi, ia masih agak ragu untuk membawa istri dan anaknya pulang.
“Dilihat dululah keadaannya, karena kami ini kan kurang mampu. Terutama dari dananya. Dari dokter memang diminta untuk sering-sering konsultasi,” katanya.
Menurut diagnosis dokter, kadar gula si bayi dalam kategori rendah. Sehingga, si bayi masih harus di rawat di ruang perawatan khusus.
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Landak, Pius Edwin, ditemui di ruang kerjanya mengatakan, perawatan lanjutan diberikan kepada si bayi lantaran kadar gulanya tergolong rendah. Dari yang harusnya 80, si bayi hanya memiliki kadar gula 20.
Pada umumnya ketika itu sesuatu diluar batas normal, si bayi wajib mendapatkan kontrol kesahatan secara rutin.
Ia melanjutkan, yang perlu diperhatikan adalah perawatan lanjutan mengingat dengan bobotnya yang besar, dapat mempengaruhi metabolisme anak itu sendiri.





