JAKARTA – Perilaku harimau Bonita yang tengah diburu BBKSDA Riau mulai menunjukan keanehan. Kepala BBKSDA Riau, Suharyono, mengatakan tim masih kesulitan menangkap harimau sumatera yang 3 bulan belakangan terus berkeliaran di Kampung Danau, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.
Petugas pun kini mulai percaya Bonita bukan harimau asli. Bonita lebih mirip harimau ‘jadi-jadian’. Kejadian mistis bermula saat petugas hendak menembak bonita dengan peluru bius.
Usai Bonita menerkam Yusri Effendi, warga setempat. Warga lainnya sudah mengepung Bonita dan menembaknya dengan peluru bius.Namun, keanehan terjadi ketika petugas menembakkan bius. Pelatuk senjata sudah ditekan, tetapi peluru justru tidak keluar.
“Kami enggak tahu jugalah kenapa peluru tidak bisa keluar saat akan menembak bius Bonita,” ujar Suharyono seperti dilansir Tribun Pekanbaru (21/3).
Sebelum Yusri tewas diterkam. Suharyono bersama timnya juga sempat berpapasan dengan Bonita. Namun saat petugas mencoba melepaskan tembakan, amunisi hanya terlontar sekitar 4 meter dari senapan.
“Jadi, sudah dua kali kejadian mistis yang dirasakan tim di lapangan,” kata Suharyono.
Di lain haru Bonita berhasil ditumbangkan selama 3 jam melalui peluru bius tetapi bangkit kembali. Tim menyimpulkan obat bius tidak bereaksi secara maksimal. Suharyono menyebut, berdasarkan cerita warga sebelum Yusri diterkam, Bonita terlihat tengah menarik ember berisi air lalu terlihat mandi seperti manusia.
Suharyono juga menuturkan bahwa harimau Bonita memiliki perilaku yang tidak biasa karena lebih sering menampakan diri di siang hari, padahal kebanyakan harimau melakukan aktifitas di malam hari.
Keanehan terakhir adalah bentuk fisik Bonita yang tidak lazim dimana pada bagian kaki kanaa ada semacam pola lingkaran.
“Selama ini enggak ada (pola) lingkaran di kaki harimau,” kata Suharyono.





