Bebaskan Sandera WNI, Pemerintah Minta Bantuan MNLF Tanpa Bayaran

Ilustrasi, Kepulangan Sandera Abu Sayyaf Wendi Rakhadian (kanan), salah satu korban sandera kelompok militan Abu Sayyaf disambut keluarganya saat tiba di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padang, Sumatera Barat, Selasa (3/5/2016) - Antara

JAKARTA – Berbagai upaya pembebasan sandera WNI di Filipina dilakukan pemerintah, termasuk minta bantuan pada Moro National Liberation Front (MNLF). Pemerintah juga menegaskan tidak ada uang imbalan yang harus dibayarkan atas permintaan bantuan tersebut.

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Luhut Binsar Panjaitan‎ menegaskan, “Saya kenal Nur Misuari waktu saya Menperindag, saya ketemu dua kali waktu saya jadi menteri Perindag 2001, sekarang kelihatan teman-teman‎ dari bidang intelijen melakukan kontak dengan mereka,” tandasnya menilai Ketaa MNLF.

Selain itu, Luhut juga mengatakan jika bukan Nur Misuari saja yang kembali diminta Pemerintah Indonesia untuk membebaskan 10 Warga Negara Indonesia (WNI) yang disandera kelompok bersenjata di Filipina pimpinan Abu Sayyaf.

‎Menurutnya, peran Pemerintah Filipina juga diperlukan Indonesia dalam membebaskan tiga WNI yang diculik di Perairan Sabah, Malaysia dan tujuh WNI lainnya yang diculik di Perairan Filipina Selatan.

“Kita hubungi siapa aja sih, enggak cuma dia (Nur Misuari),” ujar Luhut di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (21/7/2016), seperti dikutip dari sindonews.

Advertisement