KONGO – Penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Republik Demokratik Kongo pada Sabtu (16/4/2015) mendapat tuduhan baru pelecehan seksual oleh tentaranya.
Perserikatan Bangsa-Bangsa pada awal bulan ini mengumumkan menyelidiki tuduhan bahwa pasukan penjaga perdamaian asal Tanzania bermarkas di Kongo timurlaut melakukan pelecehan seksual dan memanfaatkan lima perempuan dan enam gadis, yang mengakibatkan mereka hamil.
Kepala pasukan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Kongo, Maman Sidikou, kepada wartawan di ibukota Kongo, Kinshasa, menyatakan 11 perkara melibatkan anggota satuan Tanzania, yang meninggalkan Kongo pada Juli, tapi tujuh tuduhan lagi muncul sejak itu.
Lima perkara melibatkan tentara Tanzania, yang tiba pada September, satu melibatkan satuan Afrika Selatan dan perkara ketujuh melibatkan pasukan dari Malawi.
“Semua perkara itu melibatkan kehamilan atau penuntutan pengakuan ayah dan delapan korban masih di bawah umur,” kata Sidikou, dengan menambahkan bahwa penyelidikan sedang berlangsung.
Penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa dibanjiri tuduhan pelecehan seksual. Badan dunia itu melaporkan 99 tuduhan semacam itu terhadap anggotanya di seluruh pranatanya pada tahun lalu.
Penjaga perdamaian badan dunia itu di Kongo, yang pada awalnya didirikan saat perang saudara pada 1998-2003, adalah yang terbesar di dunia, dengan sekitar 20.000 prajurit. – Antara




