Beda Wakaf dan Sedekah

Ilustrasi wakaf. (Foto: Ist)

JAKARTA – Ternyata terdapat perbedaan antara wakaf dan sedekah yang perlu kita pahami. Meskipun keduanya memiliki tujuan yang sama untuk membantu sesama, wakaf dan sedekah memiliki perbedaan.

Wakaf dan sedekah adalah perbuatan baik yang dihadirkan di hadapan Allah SWT. Karena memberi lebih baik daripada menerima, itulah prinsip yang dipegang.

Pahala dari wakaf dan sedekah sangat besar dan tak terhitung. Dalam Islam, membantu orang yang membutuhkan akan membawa berkah baik dalam urusan dunia maupun akhirat. Orang yang mempermudah kehidupan orang lain akan mendapat kemudahan dalam urusan mereka.

Pengertian Sedekah

Perbedaan antara wakaf dan sedekah terlihat dari pengertian masing-masing. Sedekah adalah momen ketika seseorang memberikan sebagian dari harta mereka kepada orang lain. Harta tersebut digunakan dan habis manfaatnya pada saat yang sama.

Contohnya, seseorang memberi makanan dan minuman kepada 50 anak yatim. Ketika anak-anak yatim tersebut mengonsumsi makanan dan minuman itu, pahala diberikan kepada orang yang memberi, tetapi pahala tersebut berakhir di situ, tidak ada pahala lagi setelah itu.

Hal yang sama berlaku ketika memberikan uang kepada seseorang untuk membeli makanan. Uang itu kehilangan manfaatnya setelah digunakan untuk membeli makanan. Waktu pelaksanaan sedekah fleksibel. Seseorang dapat melakukannya di mana saja dan kapan saja selama ada kesempatan.

Berdasarkan hadis Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, semua bentuk kebaikan dapat dianggap sebagai sedekah. Bahkan, memberikan senyuman kepada orang lain juga dianggap sebagai sedekah. Contoh lainnya adalah menghapuskan halangan seperti kayu, duri, atau batu dari jalan.

Pengertian Wakaf

Pengertian wakaf adalah ketika seseorang menyerahkan harta mereka kepada orang lain, dan bentuk harta tersebut akan tetap ada. Harta tersebut memberikan manfaat yang berlanjut dari waktu ke waktu. Seseorang dapat melakukan wakaf dengan harta pokok yang ada.

Sebagai contoh, seseorang mewakafkan sebidang ladang cabai kepada fakir miskin. Ladang cabai itu akan diurus oleh ahlinya yang ahli dalam menanam cabai. Hasil panen cabai yang dijual kemudian digunakan untuk memberikan uang kepada kaum fakir miskin.

Berdasarkan harta, ada tiga jenis wakaf yaitu:

  • Wakaf berupa benda bergerak (uang).
  • Benda bergerak selain uang.
  • Benda tidak bergerak.

Contoh dari wakaf benda yang tidak bergerak termasuk kebun, sumur, tanah, bangunan, ladang, dan sebagainya. Orang yang melakukan wakaf (wakif) biasanya memiliki sertifikat kepemilikan tanah wakaf.

Sementara itu, contoh benda bergerak yang dapat diwakafkan selain uang meliputi kekayaan intelektual, kendaraan, bahan bakar minyak, surat berharga, dan lain sebagainya. Wakaf berbentuk uang bisa berupa saham, uang tunai, atau linked sukuk.

Terdapat juga berbagai jenis wakaf berdasarkan tujuan penggunaannya, yaitu wakaf Mistitsmary dan Ubasyir/Dzati. Wakaf Mistitsmary bertujuan untuk modal usaha produksi barang dan pelayanan sesuai dengan prinsip syariah Islam. Contohnya adalah wakaf saham syariah dari perusahaan yang menjual produk halal dan sesuai dengan hukum Islam.

Sedangkan wakaf Ubasyir atau Dzati adalah jenis wakaf yang digunakan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Contohnya adalah wakaf berupa rumah sakit, sekolah, musala, ambulans, atau fasilitas kesehatan lainnya.

Persamaan dan Perbedaan

Meskipun keduanya melibatkan pemberian harta, tetapi terdapat perbedaan antara wakaf dan sedekah. Wakaf melibatkan penyerahan harta yang bersifat tetap dan akan terus memberikan manfaat, sementara sedekah melibatkan pemberian harta yang akan habis manfaatnya secara langsung, sehingga manfaat sedekah tidak berlanjut dalam jangka waktu panjang.

Jadi, wakaf bertujuan untuk memberikan manfaat jangka panjang atau amal jariyah, sementara sedekah memberikan manfaat jangka pendek.

Meskipun demikian, keduanya adalah tindakan baik yang memudahkan urusan orang lain dan meningkatkan kebaikan di dunia dan akhirat, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an.

وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ

Artinya: “Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: ‘Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?’.” (QS Al-Munafiqun:10)

Sedekah dan wakaf akan mendatangkan kebaikan bagi para pelakunya. Keduanya adalah perbuatan terpuji dan mulia yang sangat disukai oleh Allah SWT.

Tujuan Sedekah dan Wakaf

Sedekah dan wakaf memiliki tujuan yang serupa yaitu untuk memberikan bantuan kepada sesama dengan harapan mempermudah kehidupan mereka. Allah telah menjanjikan pahala yang berlipat ganda bagi mereka yang bermurah hati dengan mewakafkan atau menyedekahkan hartanya.

Sedekah dan wakaf juga dianggap sebagai cara terbaik untuk mengumpulkan pahala dalam agama. Sementara memberikan bantuan kepada orang lain mungkin terasa sulit bagi beberapa individu.

Hal ini menjadi tindakan yang ringan dan bermakna bagi mereka yang dengan senang hati membantu sesama. Keduanya juga memiliki manfaat yang besar. Di bawah ini dijelaskan manfaat dari sedekah dan wakaf.

1. Manfaat Sedekah

Berikut ini adalah beberapa manfaat dari bersedekah:

  • Sedekah akan melancarkan seseorang dalam masuk surga karena kebajikan yang ia perbuat.
  • Orang yang bersedekah termasuk salah satu dari tujuh kelompok yang akan dilindungi Allah dari terik matahari di Padang Mahsyar.
  • Sedekah bisa melembutkan hati seseorang yang keras.
  • Sedekah dapat menghapus dosa seseorang dan menjauhkannya dari panas api neraka.
  • Sedekah adalah salah satu jalan untuk menyucikan jiwa, seseorang yang bersedekah akan memiliki hati yang senang dan tenang karena bisa membantu orang lain.

2. Manfaat Wakaf

Wakaf juga memiliki beberapa manfaat yang akan membawa seseorang dalam kebaikan. Berikut ini adalah sederet manfaat dari melakukan wakaf:

  • Wakaf bisa membantu seseorang yang berada dalam kesulitan, misalnya memberikan tanah atau lahan untuk kepentingan tertentu yang pahalanya akan terus menerus mengalir.
  • Wakaf dapat menjadi sarana untuk melatih jiwa sosial yang tinggi karena memberikan harta atau benda pada kaum tidak mampu.
  • Wakaf bisa menguatkan tali persaudaraan tanpa memandang status sosial seseorang. Misalnya orang kaya yang memberikan wakaf berupa sarana umum sehingga dapat membantu orang kekurangan.
  • Wakaf dapat menjadikan hubungan masyarakat terjalin dengan erat sehingga terhindar dari keretakan yang terjadi dalam masyarakat.
  • Wakaf merupakan bekal tabungan untuk akhirat yang kekal, karena pahala dari wakaf akan mengalir terus menerus tanpa putus.

Dari uraian di atas, sudah terlihat dengan jelas bahwa baik sedekah maupun wakaf memiliki manfaat yang signifikan bagi pemberi dan penerima.

Advertisement