BEIJING (KBK) – Buntut dari Keputusan Pengadilan Arbitrase Internasional (Permanent Court of Arbitration) di Den Haag, Belanda, yang menolak klaim batas laut Cina Selatan, membangkitkan nasionalisme warga Cina. Tak lama setelah keputusan dibacakan pada Selasa, 12 Juli 2016, sekitar pukul 17.00 waktu Beijing, ratusan ribu komentar membanjir di Weibo, media sosial semacam Twitter, di Cina.
Reaksi masyarakat yang mencintai negaranya dilihatkan di medsos, mereka menghancurkan smartphone bermerk Amerika yang mereka punya sebagai cara menunjukkan solidaritas. Para pengguna Weibo berlomba-lomba memposting foto i-phone yang telah mereka hancurkan.
Nah yang lebih parah, kini berkembang trend di China tidak saja menghancurkan produk Amerika, akan tetapi juga memukuli orang-orang China yang memakai produk Amerika.
Seorang pria yang mengenakan sepatu Nike di kereta bawah tanah di Dalian, beberapa waktu lalu, diserang oleh salah seorang patriot China, karena rupanya sepatunya melambangkan “dukungan” untuk Amerika, yang menurut media China bahwa Amerikalah di balik “sandiwara” arbitrase itu.
Selama perkelahian, penyerang juga menuduh pria yang menggunakan sepatu Nike itu sebagai mata-mata dan menjual orang-orang Cina untuk kepentingan asing.
Anehnya, tak seorang pun di kereta bawah tanah berusaha menghentikan pertarungan mereka dan mendamaikan mereka.
Dikutip dari Shanghaiist, netizens sebenarnya sangat mengecam kekerasan yang memukuli pria China, tindakan itu tidak persis sebagai bentuk patriotisme, karena bisa jadi sepatu Nike yang dipakai pria China itu merupakan bajakan Taobao, China. Nah?
Berikut Videonya:





