Bela Rakyat Palestina, Pemuda Yahudi Jalan Kaki Selama 7 Bulan

Pemuda Yahudi Benjamin Ladra bela nasib rakyat Palestina. Foto: AANews

ISTANBUL – Demi membela rakyat Palestina, pemuda Yahudi kelahiran Swedia ini rela berjalan kaki sejauh 4.800 Km, selama tujuh bulan dari Swedia ke Turki.

Aktivis Yahudi itu bernama Benjamin Ladraa. Ia tiba di Istanbul setelah melakukan aksi jalan selama tujuh bulan dari Swedia untuk memprotes Israel terkait kekerasan terhadap warga Palestina.

Ladraa memulai perjalanannya tersebut dari kota Gothenburg, Swedia pada 15 Agustus 2017, ia melewati Jerman, Austria, Slovenia, Kroasia, Yunani, kemudian Turki.

Ladraa menceritakan perjuangan rakyat Palestina di negara-negara yang ia lalui. Ia juga mendapatkan dukungan dari beberapa tempat yang ia kunjungi. Ladra membagikan pengalamannya kepada publik melalui akun media sosial pribadi.

Setelah memasuki distrik Silivri di Istanbul, Ladraa berbicara kepada Anadolu Agency bahwa perjalanan yang sulit itu dilakukan atas inisiatifnya sendiri, ia ingin menarik perhatian dunia terhadap perjuangan Palestina.

Ladraa telah mengundurkan diri dari pekerjaannya di Palang Merah Internasional untuk menyampaikan pesan perjuangan Palestina dengan berjalan kaki.

Ladraa mengatakan bahwa ia telah berhadapan dalam berbagai masalah dan kesusahan selama perjalanan. Dia merasa sangat beruntung telah ditemani dua teman Palestina saat perjalanan menuju Turki.

“Saya membawa bendera Palestina yang sangat besar di samping saya. Ditengah jalan orang-orang pada bertanya-tanya. Setelah saya memberikan penjelasan ke mereka, kadang mereka memberikan reaksi positif, kadang ada juga beberapa dari mereka yang melontarkan komentar negatif ke saya,” kata dia.

Setelah Istanbul Ladraa akan melanjutkan perjalanannya ke Ankara. Dari Ankara ia akan berjalan menuju Siprus Utara, kemudian dari sana untuk mencapai tujuan ia akan menyebrang ke pelabuhan Israel Haifa dengan kapal.

“Israel telah mengubah Gaza menjadi penjara terbuka. Israel telah mengurung Gaza dengan dinding beton. Ribuan orang disana hidup dalam kondisi sulit. Bantuan kemanusiaan ke Gaza dihalangi,” ujar dia.

Ladraa mengatakan bahwa setiap orang di dunia memiliki hak untuk hidup dan bergerak bebas. “Semua orang pasti ingin hidup di dunia yang lebih baik dan lebih damai. Rakyat Palestina juga memiliki hak tersebut sebagaimana orang lain. Saya harus menyampaikan pesan ini,” tutup dia.

Advertisement