MANDAILING NATAL – Banjir bandang yang melanda Mandailing Natal pada Jumat (12/10/2018) sore menewaskan 17 korban, 12 diantaranya anak-anak.
Sebanyak 12 orang anak yang menjadi korban adalah siswa siswi sekolah di Kecamatan Ulu Pungkut.
Dari 29 anak sekolah SD Negeri 235 yang diterjang banjir bandang di Desa Muara Saladi, Kecamatan Ulu Pungkut, kondisinya 12 anak meninggal dunia dan 17 anak berhasil diselamatkan.
Camat Kecamatan Ulu Pungkut, Muhammad Johan Lubis di Mandailing Natal, menyampaikan rasa prihatin karena banjir tersebut telah menghanyutkan 12 orang pelajar Madrasah Diniyah desa itu.
Dia memaparkan berdasarkan dari pengakuan saksi mata, banjir bandang itu berlangsung cepat sehingga para siswa yang belajar di Madrasah yang kebetulan berada di pinggiran Sungai Siladi itu banyak yang tidak bisa menyelamatkan diri.
“Pada saat itu para siswa sebanyak 29 orang sedang mengikuti proses belajar mengajar, kemudian banjir datang dengan cepat dan menghanyutkan 12 siswa,” ujarnya, dilansir Antara.
Setelah melakukan pencarian berjam-jam petugas dan warga berhasil menemukan para korban tertimbun lumpur dan material kayu serta bebatuan yang terbawa arus banjir tersebut.
Selain belasan rumah penduduk yang rusak serta terbawa arus banjir, sejumlah fasilitas umum seperti Polindes, Madrasah, Masjid, gedung SD dan gedung PKK juga mengalami rusak berat.
Sementara korban tewas lainnya adalah 3 orang pekerja gorong-gorong jalan di Kecamatan Muara Batang Gadis, dan 2 orang yang kecelakaan mobil masuk ke Sungai Aek Batang Gadis saat banjir.





