CIAMIS – Empat belas orang menjadi korban jembatan putus di Kecamtan Cidolog, Ciamis, pada Selasa (10/7/’2018), dan semia korban memperoleh perawatan medis di Puskesmas setempat.
Namun Kepala Dinkes Kabupaten Ciamis Engkan Iskandar menyebut usai kejadian jembatan putus jumlah itu, hanya enam korban yang dirawat inap hingga Rabu, (11/7/2018). “Hari pertama dirawat enam pasien. Hari kedua dipulangkan dua pasien, tinggal empat pasien yang dirawat,” katanya pada Republika.co.id, Rabu (11/7/2018) malam.
Dari enam pasien tersebut, ada satu pasien atas nama Siti yang mengalami cedera parah di bagian lengan. Pasien berumur 70 tahun itu awalnya akan dirujuk ke RSUD Banjar. “Siti terduga fraktur di pergelangan tangan sebelah kanan. Informasi terbaru, keluarga siti menolak untuk dirujuk,” ujarnya.
Jembatan roboh terjadi di Dusun Pabuaran Rt 4 Rw 1 Desa Ciparay Kecamatan Cidolog Kabupaten Ciamis Jawa Barat. Rombongan tamu yang hendak menuju pesta perkawinan menjadi korban luka.
Penyebab luka karena para korban jatuh dari ketinggian sekitar sepuluh meter dan kondisi sungai tengah kering. Alhasil para korban langsung membentur batu dasar sungai.
Jembatan tersebut terdiri atas material bambu dengan panjang sekitar 30 meter dan lebar dua meter. Usia jembatan, diperkirakan mencapai 15 tahun hingga kurang layak dilintasi.





