SENTANI – Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal mengatakan pemakaman 48 jenazah korban banjir bandang yang belum berhasil diidentifikasi tim DVI Polda Papua belum dapat dimakamkan.
Menurutnya puluhan jenazah yang masih berada di RS Bhayangkara tidak bisa diidentifikasi akibat sidik jari korban tidak terhubung dengan basis data kependudukan. Dia mengatakan, sidik jari tersebut tidak terhubung diduga korban belum melakukan perekaman KTP elektronik sehingga tidak terdata.
Selain itu, belum ada keluarga yang bisa mengidentifikasi jenazah. “Sampai saat ini belum ada keluarga yang mengakui jenazah yang ada di RS Bhayangkara,” kata Kamal, Selasa (19/3/2019) malam.





