Benarkah Konsumsi Vitamin Berlebih Pengaruhi Fungsi Ginjal?

Ilustrasi

JAKARTA – Memperingati Hari Ginjal Sedunia yang jatuh pada 9 Maret, masyarakat diajak bersama-sama peduli dengan kesehatan ginjal, misalnya dengan tidak banyak mengkonsumsi vitamin, apalagi jika kondisi ginjal sudah tidak baik.

Kepala Subdit Penyakit Jantung Pembuluh Darah Kementerian Kesehatan Zamhir Setiawan, dalam Konferensi Pers Hari Ginjal Sedunia, mengatakan jika komposisi makan sudah seimbang disertai sayur dan buah setiap hari, sebenarnya suplemen vitamin tak lagi diperlukan.

“Vitamin tak diperlukan jika setiap makan ada asupan gizi yang seimbang, ada sayur dan buah. Enggak perlu vitamin lagi dari luar,” katanya.

Menurut Zamhir, vitamin dan mineral secara alami sudah diperoleh dari sayur dan buah. Sejak dulu ada gaya makan empat sehat lima sempurna. Vitamin dan mineral sudah diperoleh dari susu dan protein hewani serta nabati.

Menurutnya vitamin dibagi menjadi dua macam. Vitamin yang larut dalam air dan lemak. “Yang larut dalam air adalah vitamin B dan C, selama ginjal baik itu akan terbuang apabila berlebihan,” paparnya.

Namun ada vitamin yang larut dalam lemak yaitu vitamin A, D, dan K. Zamhir menyarankan agar masyarakat mengonsumsi suplemen vitamin tidak rutin setiap hari.

“Mungkin saat sakit atau sehabis sakit perlu vitamin. Karena saat sakit kan pola makan terganggu. Dan jangan sampai minum vitamin berlebihan dari dosis, kalau satu hari satu ya satu saja,” tegasnya, mengutip Jawapos, Kamis (9/3/2017).

Advertisement