RIAU (KBK) – Bencana asap sudah berlalu, operasi siaga darurat bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan pun ditutup.
Upacara dilangsungkan di Lanud AU Bandara Roesmin Nurjadin, Pekanbaru (7/12/2015).
Kepala BNPB, Willem Rampangilei yang memimpin upacara tersebut mengatakan, bupati atau kepala daerah adalah orang pertama yang bertanggung jawab terhadap bencana di daerahnya, BNPB hanya bersifat mendampingi dalam penanggulangan bencana sesuai semangat otonomi daerah.
“Jadi siapkan sedini mungkin rencana kontijensi atau kesiapsiagaan lalu galdikan agar meminimalisir bencana dan tidak menyebar luas dampaknya” kata Willem.
Menurut Willem, pencegahan hendaknya dimulai dari tingkat desa, selain itu kanal bersekat juga harus dikerjakan dan dimiliki oleh setiap pemilik lahan, serta alokasi APBD untuk penanggulangan bencana yang harus memadai. Hal tersebut menjadi poin-poin mendasar perbaikan dimasa mendatang.
Pada saat yang bersamaan Plt.Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman juga memberikan surat penghargaan bagi pihak-pihak yang telah membantu.
Di saat yang sama BNPB juga memberikan bantuan mobil tangki air, mobil serbaguna, mobil ranger dan perahu karet untuk BPBD Kabupatan/Kota di Provinsi Riau.




