Bencana Kekeringan Meluas, BPBD Ciamis Rela Berhutang untuk Salurkan Bantuan Air

Ilustrasi/ Infowanacita

CIAMIS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis mengalami krisis keuangan sehingga meminjam hutang kepada pihak ketiga untuk mengatasi masalah kekeringan  di wilayahnya.

Krisis air bersih  sebelumnya hanya terjadi di delapan kecamatan, saat ini sudah menyeluruh di 27 kecamatan tatar galuh Ciamis.

“Kami dengan sangat terpaksa meminjam dana talang, termasuk memakai uang pribadi, serta pinjam ke Koperasi PDAM, semata-mata agar bantuan air bersih tetap dapat berjalan. Terus terang saat ini kondisinya sudah sangat membutuhkan bantuan dari dermawan. Sejak pertengahan Bulan Agustus, sudah minus Rp 2 juta,” ungkap Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani.

Ani menambahkan hal tersebut dilakukan agara  bantuan air bersih tetap berjalan.

Pengaluran bantuan air bersih, lanjutnya, tidak dilakukan hanya sekali, akan tetapi berkala. Dengan demikian untuk satu tempat, dapat dilakukan beberapa kali penyaluran. Untuk penyaluran, BPBD Ciamis juga sudah melakukan pemetaan, sehingga bantuan dapt dilakukan secara merata.

Ani mengatakan, pada awal kemarau krisis air bersih hanya terjadi di delapan kecamatan, yakni Kecamatan Banjarsari, Banjaranyar, Pamarican, Lakbok, Cijeungjing, Ciamis, Rancah dan Rajadesa. Akan tetapi dalam perkembangannya,seluruh wilayah atau 27 kecamatan mengalami kesulitan air bersih.

“Beberapa lokasi sebenarnya suudah punya sumur pompa, akan tetapi tiidak berfungsi. Air bersih ditamoung di dalam tandon air, selanjutnya warga mengambil dari temoat tersebut. Tetapi sebagian besar warga yang rela antri mendapatkan air bersih,” tambahnya, dilansir PR.

Lebih lanjut dikatakan, berdasar catatan BPBD Jawa Barat, Kabupaten Ciamis merupakan daerah kedua terparah yang mengalami kekeringan di Jawa Barat. Krisis air bersih dialami sekira 39.556 kepala keluarga (KK) tersebar di seluruh kecamatan

Advertisement