JEMBER – Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jember, tahun 2017 jumlah bencana tanah longsor di Kabupaten Jember mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Bahkan hingga kini BPBD setempat masih mewaspadai potensi bencana, karena hujan masih terjadi.
Berdasarkan data BPBD Jember, sepanjang 2016, ada 72 kejadian bencana. Rinciannya, 18 kasus bencana banjir, 11 bencana gempa, 38 bencana puting beliung, lima bencana tanah longsor.
Sementara hingga Mei 2017, sudah ada 42 kejadian bencana. Rinciannya: sepuluh bencana banjir, lima bencana gempa, 20 bencana puting beliung, tujuh tanah longsor.
“Saya khawatir, sekarang musim kemarau basah. Perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika, potensi curah hujan masih 500 milimeter. Kami masih antisipasi terjadinya bencana,” kata Kepala BPBD Jember Djoko Santoso, mengutip beritajatim, Sabtu (3/6/2017).
Relawan BPBD dan masyarakat diharapkan saling berkoordinasi. BPBD tak berani memandang enteng situasi saat ini.
“Biasanya kalau musim begini sudah reda. Tapi ini kan masih hujan, kami masih siaga, karena saat musim transisi angin semakin kencang. Mudah-mudahan tidak terjadi, supaya masyarakat tidak gelisah,” kata Djoko





