Bencana Pergerakan Tanah di Kuningan Rusak Ratusan Rumah

Ilustrasi/ Jalan pengubung Kuningan-Cirebon amblas/ Radar Cirebon

KUNINGAN – Bencana gerakan tanah dan longsor telah merusak ratusan rumah warga di delapan desa di lima kecamatan di Kabupaten Kuningan.

Berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Kuningan, Jumat (2/3/2018) pukul 17.00 WIB, delapan desa yang mengalami bencana itu, yakni Desa Margacina dan Jabranti di Kecamatan Karangkancana serta Desa Pinara, Gunung Manik dan Pamupukan di Kecamatan Ciniru.

Selain itu, Desa Cipakem di Kecamatan Maleber, Desa Situgede, Kecamatan Subang dan Desa Cimara, Kecamatan Cibeureum.

“Dampak keseluruhan, ada 276 unit rumah milik warga yang rusak,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Agus Mauludin, dilansir Republika.

Dari 276 unit rumah yang rusak itu, sebanyak 220 unit rumah mengalami rusak berat. Sedangkan sisanya, 23 unit rumah mengalami rusak sedang dan 33 unit rumah rusak ringan.

Selain rumah warga, akses jalan desa dan jalan utama juga tertimpa longsor dan putusterbawa longsoran sepanjang kurang lebih 15,5 kilometer. Bencana gerakan tanah dan longsor itupun merusak empat unit sarana ibadah, dua unit sarana pendidikandan satu unit Posyandu.

Agus menyatakan, warga yang terdampak bencana gerakan tanah dan longsor hingga kini masih mengungsi. Selain di sejumlah lokasi pengungsian yang sudah disediakan, banyak pula yang mengungsi di rumah kerabat masing-masing.

 

Advertisement