BRASIL – Sekitar 200 orang hilang setelah sebuah bendungan ambrol, di Brasil tenggara, dan markas pemadam kebakaran di kota Belo Horizonte, ibukota negara bagian Minas Gerais, mengatakan sejumlah orang terperangkap di daerah-daerah yang dibanjiri banjir lumpur.
Seorang pejabat dinas pemadam kebakaran setempat mengatakan kepada kantor berita AFP, layanan darurat masih menanggapi situasi di dalam dan sekitar kota Brumadinho, yang berpenduduk 39.000, dan belum ada data jelas tentang kematian korban.
“Menurut akun yang kami terima, ada beberapa kematian,” kata pejabat itu.
Presiden Jair Bolsonaro akan mengunjungi wilayah yang terkena dampak pada hari Sabtu (26/1/2019), sebagaimana diungkapkan seorang juru bicara pemerintah.
Sebuah tim darurat dari badan perlindungan lingkungan Ibama telah dikirim ke zona yang terkena dampak runtuhnya bendungan, dengan memperkirakan ambrolnya bendungan telah melepaskan jutaan ton air dan lumpur.
Bendungan tersebut diketahui milik perusahaan tambang raksasa Brazil, Vale, yang mengkonfirmasi dan perusahaan telah mengatakan “prioritas total adalah untuk melindungi kehidupan karyawan dan penduduk”.
Namun hingga berita diturunkan belum ada pernyataan yang jelas tentang penyebab ambrolnya bendungan.




