BENGKULU – Bengkulu diguncang gempa dua kali pada Selasa (22/11/2016) pagi tadi yakni berkekuatan 4,1 dan 3,9 skala richter (SR). Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) gempa tersebut ada kaitannya dengan gempa di Fukushima, Jepang.
Dilansir Okezone, gempa pertama 4,1 SR menggoyang Muara Aman, Kabupaten Lebong, Bengkulu, pukul 04.47 WIB. Gempa itu berpusat 7 kilometer arah barat laut Muara Aman dengan kedalaman 107 Km.
1,5 jam kemudian, gempa 3,9 SR melanda Bintuhan, Kabupaten Kaur, sekira pukul 06.25 WIB. Lokasinya berada di 173 Km barat daya Bintuhan dengan kedalaman 14 km.
Kedua gempa tersebut tidak berpotensi tsunami dan tidak begitu dirasakan masyarakat. Belum ada laporan kerusakan bangunan atau korban akibat gempa.
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Kepahiang Bengkulu, Litman menjelaskan, berdasarkan hasil analisa bahwa gempa yang melanda dua kabupaten di Bengkulu itu disebabkan adanya gangguan dari gempa yang terjadi di pantai timur Jepang.
(Baca Juga: Gempa 7,3 SR Guncang Jepang, Berpotensi Tsunami )
”Analisa pengamatan gempa terjadi karena gangguan gempa di Jepang, sehingga sensor kita merekam getaran gempa,” kata Litman.
Litman mengatakan, kedua gempa di Bengkulu terjadi akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia ke bawah dan lempeng Eurasia.
”Gempa di Lebong, gempa tektonik. Dampak gempa di Jepang dan bukan gempa darat atau adanya pergerakan sesar Sumatera. Begitu juga di Kabupaten Kaur,” pungkasnya.





