BMKG: Gempa Bumi Mentawai Akibat Subduksi Lempeng

Ilustrasi gempa

MENTAWAI – Gempa bumi yang mengguncang Mentawai pada Jumat (21/4/2017) siang tadi menurut hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempabumi ini disebabkan oleh aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia ke bawah lempeng Eurasia dengan hiposenter terletak di Zona megathrust.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Moch Riyadi mengatakan dalam rilisnya, efek gempabumi yang didasarkan oleh Peta Tingkat Guncangan (shakemap) BMKG menunjukkan bahwa wilayah terdampak gempabumi tersebut antara lain Mentawai yang merasakan guncangan yang dirasakan pada skala intensitas II SIG BMKG (IV MMI).

Karena hiposenter berada di kedalaman 42 kilometer maka gempabumi ini disebut sebagai gempabumi dangkal, sehingga wajar jika guncangan gempabumi ini dirasakan cukup kuat di Kepulauan Mentawai dan sekitarnya.

Ia menambahkan bersyukur karena  bahwa meskipun gempabumi memiliki mekanisme sesar naik (thrust fault) akan tetapi kerena kekuatan gempabumi relatif kecil M5,1 maka tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Masyarakat dihimbau agar tetap tenang, dan terus mengikuti arahan BPBD dan BMKG. Khusus masyarakat di Kepulauan Mentawai dan Sumatera Barat, dihimbau agar tidak terpancing isu yang tidak bertanggungjawab karena gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.

 

 

Advertisement