LAMPUNG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan berdasarkan pengamatan aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, sepanjang Minggu (16/9/2018) hingga Senin (12/9/2018) dini hari masih mengeluarkan guguran lava pijar ke selatan.
Deny Mardiono, petugas pengamatan dari kantor Kementerian ESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan mengatakan dalam laporan aktivitas Gunung Anak Krakatau periode pengamatan 16 September 2018, pukul 00.00 sampai dengan 24.00 WIB, menunjukkan secara visual kondisi gunung kabut 0-III, dengan asap kawah yang tidak teramati.
Menurutnya, sebagaimana dilansir laman Antara, visual pada malam hari baik langsung maupun lewat CCTV teramati sinar api dan guguran lava pijar ke arah selatan. Terdengar suara dentuman dan getaran yang lemah dirasakan di Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau. Namun, kondisi ombak laut tenang.
Kegempaan terjadi Tremor Menerus (Microtremor) terekam dengan amplitudo 17-52 mm (dominan 47 mm). Hingga kini aktivitas Gunung Anak Krakatau Level II (Waspada), dan direkomendasikan masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah.





