BANDUNG – Kepala Kantor BMKG Bandung Tony Agus Wijaya mengimbau warga untuk mewaspadai potensi angin kencang yang terjadi pada Oktober ini di beberapa wilayah dalam musim pancaroba atau peralihan musim dari musim kemarau ke musim hujan.
Selain itu, dalam peralihan musim ini, dia juga mengatakan berpotensi terjadinya hujan lebat namun waktu kejadiannya sangat singkat yakni kurang dari 1 jam.
“Beberapa kejadian alam yang berpotensi terjadi pada musim pancaroba ini yaitu angin kencang dan hujan lebat singkat yang diselingi petir. Selain bersifat singkat, hujan lebat ini juga hanya bersifat hujan lokal yang terjadi di daerah seluas satu kilometer persegi,” ungkap Tony.
Dijelaskan Tony, kejadian alam ini memang rutin terjadi setiap tahun. Dia pun mengimbau masyarakat untuk memangkas cabang pohon yang terlalu rimbun untuk mengurangi dampak terjadinya pohon tumbang akibat hembusan angin kencang tersebut.
Tony menuturkan, angin kencang ini terjadi dikarenakan adanya awan cumulonimbus. Awan ini terbentuk karena sinar matahari yang intensif membentuk awan lokal tersebut.
Berdasarkan data yang disampaikan BMKG Kantor Bandung, kecepatan angin di Stasiun Geofisika Bandung pada Senin, 21 Oktober 2019, pada pukul 7.00 WIB, kecepatan angin mencapai 31,4 km/jam arah tenggara.
“Dari faktor regional, terdapat typhoon Neoguri di Samudera Pasifik sebelah utara Filipina dan siklon tropis Bualoi di Samudera Pasifik sebelah timur Filipina. Pola angin di wilayah Indonesia bagian selatan dari timur-tenggara dengan kecepatan angin mencapai 9 hingga 43 km/jam. Pada Oktober ini beberapa wilayah di Jawa Barat memasuki peralihan musim dari kemarau ke musim hujan sehingga berpotensi terjadinya cuaca ekstrim di antaranya angin kencang,” kata dia.





