BMKG: La Nina jadi Penyebab Banjir Kalsel

ilustrasi tim DMC DD evakuasi warga korban banjir di Kalsel/ Foto: DMC DD

KALSEL – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mengungkapkan fenomena La Nina menjadi penyebab banjir pada Januari 2021 di Kalimantan Selatan.

Prakirawan Pusat Meteorologi Publik BMKG, Kiki, mengatakan jika fenomena La Nina ini menguatkan menjadi penyebab terjadinya banjir di Kalimantan Selatan.

“‘Lagi-lagi menguatkan bahwa fenomena La Nina memang masih aktif hingga saat ini. Dan sebagaimana kita ketahui bersama bahwa fenomena La Nina ini memiliki pengaruh terhadap peningkatan curah hujan di sebagian wilayah Indonesia terutama Indonesia bagian Tengah dan Timur,” kata Kiki.

“Dan juga selain itu meningkatkan frekuensi kejadian hujan dengan intensitas yang tinggi. Jadi pada tanggal 11, La Nina bisa kita katakan masih aktif,” tambahnya, dalam konferensi virtual, Selasa, 2 Februari 2021.

Selain itu, Kiki mengatakan dampak La Nina dari observasi 12 titik di wilayah yang terdampak banjir di Kalsel ini menyebabkan curah hujan tinggi dan merata. “Dari 12 titik ini terdiri dari stasiun BMKG, kemudian pengamatan otomatis dan juga pas hujan pengamatan kerjasama dengan stakeholder. Bahwa mulai dari tanggal 10 Januari di wilayah Kalimantan Selatan telah terjadi hujan yang merata di seluruh wilayah dengan intensitasnya juga signifikan,” katanya.

Kiki  mengatakan, sebagaimana dilansir Sindonews, berikutnya juga masih diikuti hujan yang intensitasnya juga tetap tinggi, meskipun tidak mencapai intensitas ekstrem. Tapi masih ada beberapa wilayah yang mendapat hujan hingga di atas 100 mm dalam satu hari. Dan ini kita kategorikan sebagai hujan yang sangat lebat.

“Jadi dikatakan dari sisi curah hujannya sendiri sudah sangat masuk akal gitu ya kalau terjadi banjir di Provinsi Kalimantan Selatan karena memang curah hujan turun itu sangat tinggi, kemudian continue tiga hari berturut-turut,” pungkasnya.