spot_img

BMKG: Peningkatan Aktivitas Gempa di Bengkulu Perlu Diwaspadai

BENGKULU – Kepala Bidang Mitigasi dan Gempa Bumi Badan Meteorologi, Klimatologi dam Geofisika (BMKG) Daryono mengatakan peningkatan aktivitas gempa di zona megathrust Bengkulu yang ditandai dengan dua gempa bumi yang terjadi pada Selasa (15/10/2019) pagi tadi perlu diwaspadai dengan meningkatkan edukasi mitigasi.

Gempa dengan magnitudo 5,9 dengan episenter di laut pada jarak 154 km arah Baratdaya Bengkulu terjadi pada Selasa (5/10/2019) pukul 05.23 WIB. Gempa kedua dengan magnitudo 5,0 terjadi pukul 10.00 WIB dengan episenter juga di laut terletak pada jarak 152 km arah Baratdaya Bengkulu.

Menurut Daryono, kedua gempa tersebut berkedalaman dangkal di zona megathrust, yaitu zona subduksi landai yang merupakan bidang kontak antara Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia.

Titik hiposenter kedua gempa berada di bawah punggungan busur luar (outer arc ridge) dari sistem subduksi Sumatera.

Hasil analisis menunjukkan bahwa gempa tersebut memiliki mekanisme sumber pergerakan naik (thrust fault) yang merupakan ciri mekanisme gempa megathrust.

Berdasarkan catatan sejarah, gempa besar pernah terjadi di Bengkulu pada 1833 dengan magnitudo 8,9. Selanjutnya adalah gempa kuat Bengkulu yang terjadi berturut-turut pada 12 September 2007 berkekuatan magnitudo 8,5 dan 13 September 2007 dengan magnitudo 7,9. Untuk diketahui, wilayah pesisir Bangkulu merupakan kawasan rawan tsunami.

“Karena itu, masyarakat wajib memahami evakuasi mandiri dengan menjadikan gempa kuat yang dirasakan di pesisir sebagai peringatan dini tsunami. Selain itu tata ruang pantai perlu diperhatikan dengan berbasis risiko bencana tsunami,” jelasnya, dikutip Antara.

spot_img

Related Articles

spot_img

Latest Articles