JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena El Nino akan terjadi hingga awal 2024.
Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim BMKG mengimbau masyarakat mewaspadai ancaman kekeringan sampai November mendatang. Sebelumnya, fenomena cuaca El Nino diprediksi berpeluang berlangsung hingga Februari 2024.
Dalam paparannya, Fachri menunjukkan penanda fenomena El Nino semakin menghangat. Indeks El Nino-Southern Oscillation (ENSO) hingga periode Agustus II sebesar +1,423 yang berarti El Nino dalam fase moderat.
Kemudian, anomali tempratur permukaan laut atau sea surface temperature (SST) di Samudera Hindia menunjukkan Indian Ocean Dipole (IOD) +0.845. Anomali SST di wilayah Nino3.4 menunjukkan kondisi hangat, dan tren anomali SST tetap menghangat (melewati batasan Netral +/- 0.5 , El Nino sudah berlangsung sepuluh dasarian).
“Prediksi puncak indeks ENSO akan terjadi pada Desember 2023 kemudian secara gradual menurun , El Nino diprediksi bertahan hingga Januari 2024,” jelas dia, dilansir CNNIndonesia.com.





