BNPB: 5.744 Desa di Indonesia Rawan Tsunami

Ilustrasi: Alat pendeteksi tsunami.

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)  menyatakan terdapat 5.744 desa rawan tsunami, 584 di antaranya berada di bagian selatan Pulau Jawa.

Direktur Pemberdayaan Masyarakat BNPB Lilik Kurniawan menjelaskan pihaknya akan melakukan ekspedisi “Desa Tangguh Bencana 2019”, dengan menyusuri beberapa daerah di selatan Pulau Jawa yang berpotensi dilanda tsunami, mulai dari Banyuwangi di Jawa Timur, ke Jawa Tengah, Yogyakarta, kemudian Pangandaran, dan Garut di Jawa Barat, berakhir di Anyer, Banten, pada 16 Agustus 2019.

“Kita akan melewati 584 desa yang rawan tsunami. Di Indonesia itu ada 5.744 desa yang rawan tsunami, 584 desa itu ada di selatan Jawa. Ini menjadi hal yang penting kenapa kita lakukan (ekspedisi) di Jawa, karena dari 584 desa tadi ada kurang lebih 600 ribu masyarakat kita yang tinggal di desa-desa itu, yang rawan tsunami,” ujar Lilik, dilansir VOA.

Lilik mengatakan ekspedisi ini bertujuan memotret kesiap-siagaan atau program tiga pencegahan desa terhadap ancaman tsunami: mencegah jangan sampai bencana terjadi, namun dalam konteks gempa dan tsunami, tidak bisa dicegah; dan mencegah jangan sampai masyarakat tinggal di daerah rawan gempa dan tsunami.

Pencegahan kedua, diakui Lilik, tidak mudah karena sulit merelokasi penduduk yang sudah terlanjur tinggal di wilayah rawan bencana. Pencegahan ketiga adalah jangan sampai ada korban kalau terjadi bencana.

Melalui Ekspedisi Desa Tangguh Bencana, lanjut Lilik, BNPB akan mengecek apakah 584 desa rawan tsunami itu sudah memiliki sirene peringatan tsunami, tempat evakuasi, dan jalan dan rambu menuju lokasi evakuasi.

Dia menegaskan pendidikan bagi masyarakat di 584 desa rawan tsunami itu dan pelancong sangat penting karena wilayah selatan Jawa merupakan daerah wisata.

 

Advertisement