BNPB Kerahkan Perangkat Pemadam Kebakaran Hutan

Ilustrasi Api berkobar membakar lahan warga di Kota Dumai, Riau, Senin (3/3). Kebakaran lahan dan hutan yang terus terjadi di Riau, kini telah mencapai luas sekitar 7.972 hektare dan asapnya mulai mencapai Singapura. ANTARA FOTO/FB Anggoro/ed/Spt/14.

PONTIANAK – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei mengatakan pihaknya telah mengerahkan sejumlah perangkat untuk pemadaman.

Perangkat pemadaman kebakaran tesebut termasuk dukungan operasi udara dengan water bombing, Air Tractor Fix Wing dan TMC pesawat Cassa 212. Water Bombing menggunakan jenis pesawat Mi-8, Mi-71, Kamov, Sikorsy, Bell dan Bolco.

“Total semua dukungan udara adalah 17 pesawat/helikopter. Selain itu BNPB juga akan mendukung peralatan yang dibutuhkan untuk pemadaman api operasi darat,” ujar Willem, di Pontianak, Kamis (25/8/2016).

Willem menyatakan, ada perubahan pola untuk hujan buatan yang dilakukan Tim Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) tahun ini. Jika tahun lalu koordinasi langsung oleh provinsi, karena keterbatasan sumber daya manusia. Tahun ini, TMC akan dikendalikan oleh pusat dan akan dialokasikan pada daerah yang membutuhkan untuk hujan buatan.

“Posko dan incident commander agar selalu aktif dan beroperasi. Briefing setiap pagi, dan sore harinya melakukan evaluasi sehingga kita selalu waspada terhadap Karhutla,” katanya, dikutip dari liputan6.com.

Untuk menghindari kebakaran hutan yang semakin meluas, ia mengajak segenap kementerian/lembaga, dunia usaha dan masyarakat, serta pemerintah daerah menjaga lingkungannya agar tidak terbakar.

“Pencegahannya adalah mengidentifikasi daerah yang rawan kebakaran, meningkatkan sistem peringatan dini agar api yang masih kecil mudah dipadamkan, serta sosialisasi kepada masyarakat dan penegakan hukum” kata Willem.

Diketahui saat ini sudah enam provinsi yang menyatakan siaga darurat kebakaran hutan dan lahan, yakni Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Advertisement