JAKARTA – Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kerugian akibat bencana banjir dan longsor di Kabupaten Limapuluh, Sumatera Barat mencapai Rp252,9 miliar.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan kerugian diluar korban jiwa dan korban luka, hanya meliputi bidang pendidikan, pertanian, pekerjaan umum, perikanan, kesehatan, dan perdagangan.
Ditambahkannya, saat ini seluruh korban meninggal telah dikembalikan kepada keluarganya. Untuk korban luka berat yang dirawat di RSUD Adnaan WD Payakumbuh telah kembali ke rumahnya masing-masing.
Dampak kerusakan akibat banjir dan longsor cukup luas. Setidaknya 3.482 di 40 Nagari dari 11 kecamatan terendam banjir. BNPB menyebut penanganan darurat berjalan dengan cukup baik selama masa tanggap darurat hingga 16 Maret.
BNPB terus mendampingi BPBD dalam penanganan darurat. Pemerintah juga memberikan bantuan cash for work untuk warga yang tidak memiliki penghasilan karena tak dapat bekerja.
“BNPB memberikan bantuan Rp50 ribu per hari selama 10 hari kepada. Total bantuan cash for work sebesar Rp1,74 miliar,” jelasnya, diberitakan metrotvnews, Senin (13/3/2017).





