AFGHANSITAN – Seorang pembom bunuh diri pada hari Senin (4/6/2018) menewaskan sedikitnya delapan orang di Afghanistan, tempat dimana para ulama muslim berkumpul untuk mengecam aksi terorisme.
Bom itu meledak di dekat daerah pemukiman di sebelah barat Kabul.
Tidak ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu, yang menggarisbawahi keamanan yang memburuk menjelang pemilihan dewan parlemen dan distrik yang ditetapkan untuk 20 Oktober.
Lebih dari 2.000 ulama dari seluruh negeri mulai bertemu pada hari Minggu di tenda Loya Jirga (Dewan Agung), mengecam konflik yang terjadi selama bertahun-tahun. Mereka berencana mengeluarkan fatwa, atau perintah agama yang menuntut militan Taliban memulihkan perdamaian, dan meminta pasukan asing untuk pergi.
“Ada kepanikan setelah ledakan,” kata seorang pejabat keamanan kepada Reuters, mengatakan jumlah korban tewas bisa meningkat.
Taliban berusaha mengembalikan negara itu ke pemerintahan Islam yang ketat setelah pemecatan mereka tahun 2001 oleh pasukan yang didukung AS.





