
Breaking News:
Saat berita di bawah ini diturunkan, AS dan Israel telah melancarkan serangan pendahuluan ke pusat-pusat militer Iran di ibu kota Teheran, Sabtu (28/2) pagi waktu setempat.
BBC pada hari yang sama melaporkan, ledakan besar terdengar di kota Isfahan, Qom, Karaj, Kharmansyah, sementara Kantor Berita Fars Iran juga mengamini, beberapa rudal menghantam jalan Universitas dan kawasan Republik di ibu kota Teheran. Ledakan besar dilaporkan terjadi di dua lokasi di Iran.
Sebaliknya, Iran dilaporkan Fars, melancarkan serangan rudal ke pangkalan AU AS di al Dafra, selatan Abu Dhabi, UEA, pangkalan AU Ali Al Salem, Bahrain serta pangkalan udara Al Udeid, Bahrain. Presiden AS Donald Trump mengakui serangan gabungan bersama Israel dan menyerukan kepada pasukan AB dan Garda Revolusi Iran (IRGC) untuk menyerah atau dibinasakan.
Di Tel Aviv dan sejumlah lokasi di Israel, sirene meraung-raung, menandai adanya serangan rudal Iran, namun sejauh ini belum ada laporan mengenai kerusakan atau korban jiwa. Rudal-rudal Iran aaknya harus menghadapi tembok berlapis-lapis sistem pertahanan udara Israel Iron Dome, Davi Sling’s dan Arrow.
Sementara China dan Rusia yang berada di pihak Iran, selain mengecam keras serangan AS dan Israel ke Iran, belum terlihat ada indikasi untuk ikut terjun mendukung Iran.
Ancaman Perang Makin Nyata
HANYA Allah yang maha mengetahui, lalu Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang memutuskan jadi tidaknya menyerang Iran, namun dari sejumlah pertanda, agakya perang bakal dimulai.
CNNI melaporkan (28/2), ketegangan antara AS dan Iran kian bereskalasi tajam dalam beberapa hari terakhir ini.
Sejumlah langkah militer dan kebijakan darurat yang diambil di kawasan menjadi sinyal kuat semakin mendekatnya perang .
Meski deklarasi perang belum diumumkan, sinyal-sinyal di lapangan menunjukkan eskalasi menuju konflik terbuka semakin sulit dikesampingkan, apalagi perundingan yang dilakukan tak kunjung membuahkan hasil.
Perunding AS dan Iran dimediasi Menlu Oman, di Muskat, Oman dan Jenewa, Swiss (6 dan 19 Februari lalu) telah gagal mencapai kesepakatan terkait program nuklir Iran.
Berikut sejumlah pertanda, perang AS-Iran yang makin dekat:
-Sebanyak enam pesawat tanker bahan bakar AS KC-46 yang mendukung pengisian bahan bakar untuk operasi jarak jauh dilaporkan tiba di Israel (27/2).
-Kedatangan armada tersebut memicu spekulasi bahwa Washington tengah mempersiapkan opsi militer jika situasi memburuk.
-AS mendesak Staf Kedubes non-tugas darurat untuk segera meninggalkan Israel. Langkah ini biasanya diambil jika risiko keamanan meningkat.
Seruan tersebut memperkuat dugaan bahwa Washington mengantisipasi kemungkinan eskalasi konflik dalam waktu dekat.
“Pada 27 Februari 2026, Deplu AS mengizinkan kepulangan personel non-darurat dan keluarganya dari Israel, mengingat risiko keselamatan,” demikian pengumuman di situs web Kedubes AS di Yerusalem.
-Kapal induk terbesar AS USS Gerald Ford yang mengangkut 75 pesawat tempur termasuk Siluman F-35 dan F-22 Raptor dilaporkan meninggalkan Yunani (27/2) dan berlayar mendekati Iran.
Pergerakan kapal induk menjadi salah satu indikator utama peningkatan kesiapan militer.
Kehadiran kapal in duk memungkinkan proyeksi kekuatan udara dan laut dalam skala besar jika konflik benar-benar pecah.
-Di sisi lain, Iran dilaporkan mempercepat pengangkutan minyak mentah ke kapal tanker. Langkah ini dilakukan di tengah kewaspadaan terhadap potensi serangan AS.
Aksi tersebut dinilai sebagai upaya mengamankan ekspor energi sebelum kemungkinan gangguan akibat konflik.
Pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei yang sejauh ini ini masih mengobarkan retorika perang melawan AS diberitakan sudah merancang skenario darurat jika AS benar- benar jadi menyerang, bahkan termasuk rencana melarikan diri ke Rusia bersama keluarga dan orang kepercayaannya.
-Presiden AS Donald Trump mengungkapkan Washington tengah berada di ambang penetapan langkah krusial terkait Iran.
Pernyataan Trump muncul menyusul kebuntuan jalur diplomasi yang dinilai belum memberikan hasil signifikan bagi kepentingan AS.
Di tengah spekulasi mengenai tindakan lanjut AS, Trump memberikan sinyal kuat saat berbicara di hadapan massa di Corpus Christi, Texas, dalam agenda promosi kebijakan energinya.
“Ada keputusan besar yang harus diambil,” ujar Trump sebagaimana dikutip dari CNN, Sabtu (28/2).
Meski ketegangan terus meningkat, Trump mengisyaratkan bahwa pintu negosiasi belum sepenuhnya tertutup.
Ia menyatakan kesediaan mencapai kesepakatan, dengan syarat hasil yang didapat harus memberikan dampak nyata dan substansial bagi stabilitas di kawasan dan global.
Skenario perang
Kemungkinannya, jika pecah perang, AS bersama Israel akan melancarkan serangan kilat dengan memanfaatkan teknologi dan kekuatan matra udara dan lautnya untuk membungkam situs-situs militer, markas komando, pertahanan udara, radar dan sarang-sarang rudal Iran.
Sebaliknya, Iran akan mengguyur sejumlah pangkalan AS di Timur Tengah dan wilayah Israel dengan ribuan stok rudal yang dimilikinya.
Di sini, adu teknologi, akan berbicara, apakah rudal rudal balistik Iran mampu menembus sistem pertahanan Iron Dome Israel, sistem Aegis atau Patriot yang dipasang di pangkalan-pangkalan dan armada AL AS?
Sebaliknya, apakah sistem pertahananan berlapis Israel dan AS termasuk yang disiapkan di kapal-kapal induk dan satelit mampu menahan guyuran ribuan rudal Iran yang konon ada yang kecepatannya hipersonik, berspesifikasi jelajah dan daya rusak lebih tinggi.
Perang, jadi apa tidak? Orang cuma bisa menebak-nebaknya. Time will tell! Saat aberita ini ditulis, AS dan Israel sudah memulai serangannya ke sejumlah kota di Iran termasuk Teheran.(CNNI/AFP/Middle East Monitor)




