Breaking News: AS dan Israel Serang Iran   

Breaking news: AS dan Israel melancarkan serangan gabungan ke obyek-obyek militer Iran termasuk di Teheran, Sabtu pagi (28/2) waktu setempat. (ilustrasi: Youtube)

Breaking News:

Saat berita di bawah ini diturunkan, AS dan Israel telah melancarkan serangan pendahuluan ke pusat-pusat militer Iran di ibu kota Teheran, Sabtu (28/2) pagi waktu setempat.

BBC pada hari yang sama melaporkan, ledakan besar terdengar di kota Isfahan, Qom, Karaj,  Kharmansyah, sementara Kantor Berita Fars Iran juga mengamini, beberapa rudal menghantam jalan Universitas dan kawasan Republik di ibu kota Teheran. Ledakan besar dilaporkan terjadi di dua lokasi di Iran.

Sebaliknya, Iran dilaporkan Fars, melancarkan serangan rudal ke pangkalan AU AS di al Dafra, selatan Abu Dhabi, UEA, pangkalan AU Ali Al Salem, Bahrain serta  pangkalan udara Al Udeid, Bahrain. Presiden AS Donald Trump mengakui serangan gabungan bersama Israel dan menyerukan kepada pasukan AB dan Garda Revolusi Iran (IRGC) untuk menyerah atau dibinasakan.

Di Tel Aviv dan sejumlah lokasi di Israel, sirene meraung-raung, menandai adanya serangan rudal Iran, namun sejauh ini belum ada laporan mengenai kerusakan atau korban jiwa. Rudal-rudal Iran aaknya harus menghadapi tembok berlapis-lapis sistem pertahanan udara Israel Iron Dome, Davi Sling’s dan Arrow.

Sementara China dan Rusia yang berada di pihak Iran, selain mengecam keras serangan AS dan Israel ke Iran, belum terlihat ada indikasi untuk ikut terjun mendukung Iran.

Ancaman Perang Makin Nyata

HANYA Allah yang maha mengetahui, lalu Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang memutuskan jadi tidaknya menyerang Iran, namun dari sejumlah pertanda, agakya perang bakal dimulai.

CNNI melaporkan (28/2), ketegangan antara AS  dan Iran kian bereskalasi tajam dalam beberapa hari terakhir ini.

Sejumlah langkah militer dan kebijakan darurat yang diambil di kawasan menjadi sinyal kuat semakin mendekatnya perang .

Meski deklarasi perang belum diumumkan, sinyal-sinyal di lapangan menunjukkan eskalasi menuju konflik terbuka semakin sulit dikesampingkan, apalagi  perundingan yang dilakukan tak kunjung membuahkan hasil.

Perunding AS dan Iran dimediasi Menlu Oman, di Muskat, Oman dan Jenewa, Swiss (6 dan 19 Februari lalu) telah gagal mencapai kesepakatan  terkait program nuklir Iran.

Berikut sejumlah pertanda,  perang AS-Iran yang makin dekat:
-Sebanyak enam pesawat tanker bahan bakar  AS KC-46 yang  mendukung pengisian     bahan bakar untuk operasi jarak jauh  dilaporkan tiba di Israel (27/2).

-Kedatangan armada tersebut memicu spekulasi  bahwa Washington tengah       mempersiapkan opsi  militer jika situasi memburuk.

-AS mendesak Staf Kedubes non-tugas darurat  untuk segera   meninggalkan Israel.   Langkah ini  biasanya diambil jika risiko   keamanan meningkat.

Seruan tersebut memperkuat dugaan  bahwa Washington  mengantisipasi kemungkinan eskalasi konflik dalam waktu  dekat.

“Pada 27 Februari 2026, Deplu AS mengizinkan  kepulangan    personel non-darurat dan      keluarganya dari Israel, mengingat  risiko keselamatan,” demikian pengumuman di situs    web Kedubes AS di Yerusalem.

-Kapal induk terbesar AS USS Gerald Ford yang mengangkut 75   pesawat tempur   termasuk  Siluman F-35 dan F-22 Raptor   dilaporkan meninggalkan Yunani (27/2) dan   berlayar mendekati   Iran.

Pergerakan kapal induk menjadi salah satu indikator utama   peningkatan kesiapan militer.
Kehadiran kapal in duk memungkinkan proyeksi  kekuatan udara   dan laut dalam skala   besar jika  konflik benar-benar pecah.

-Di sisi lain, Iran dilaporkan mempercepat   pengangkutan   minyak mentah ke kapal   tanker. Langkah ini dilakukan di tengah   kewaspadaan  terhadap potensi serangan AS.

Aksi tersebut dinilai sebagai upaya mengamankan  ekspor energi sebelum kemungkinan     gangguan   akibat konflik.

Pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei yang sejauh ini  ini   masih mengobarkan retorika   perang melawan AS diberitakan   sudah merancang skenario darurat jika AS benar-     benar  jadi menyerang, bahkan termasuk rencana melarikan diri ke Rusia bersama   keluarga dan   orang   kepercayaannya.

-Presiden AS Donald Trump   mengungkapkan   Washington  tengah berada di ambang   penetapan   langkah krusial terkait  Iran.

Pernyataan Trump muncul menyusul kebuntuan jalur diplomasi   yang dinilai belum   memberikan   hasil signifikan bagi    kepentingan AS.

Di tengah spekulasi mengenai tindakan lanjut AS, Trump   memberikan sinyal kuat saat   berbicara   di hadapan massa di    Corpus Christi, Texas, dalam  agenda promosi   kebijakan  energinya.

“Ada keputusan besar yang harus diambil,”  ujar Trump  sebagaimana dikutip dari CNN,   Sabtu  (28/2).

Meski ketegangan terus meningkat, Trump   mengisyaratkan    bahwa pintu negosiasi   belum  sepenuhnya tertutup.

Ia menyatakan kesediaan mencapai   kesepakatan, dengan   syarat hasil yang didapat   harus memberikan dampak nyata    dan  substansial bagi stabilitas di kawasan dan global.

 Skenario perang

Kemungkinannya, jika pecah perang, AS bersama Israel akan melancarkan serangan kilat dengan memanfaatkan teknologi dan kekuatan matra udara dan lautnya untuk membungkam situs-situs militer, markas komando, pertahanan udara, radar dan sarang-sarang rudal Iran.

Sebaliknya, Iran akan mengguyur sejumlah pangkalan AS di Timur Tengah dan wilayah Israel dengan ribuan stok rudal yang dimilikinya.

Di sini, adu teknologi, akan berbicara, apakah rudal rudal balistik Iran mampu menembus sistem pertahanan Iron Dome Israel, sistem Aegis atau Patriot  yang dipasang di pangkalan-pangkalan dan armada AL AS?

Sebaliknya, apakah sistem pertahananan berlapis Israel dan AS termasuk yang disiapkan di kapal-kapal induk dan satelit mampu menahan guyuran ribuan rudal Iran yang konon ada yang  kecepatannya hipersonik, berspesifikasi jelajah dan daya rusak lebih tinggi.

Perang, jadi apa tidak? Orang cuma bisa menebak-nebaknya. Time will tell! Saat aberita ini ditulis, AS dan Israel sudah memulai serangannya ke sejumlah kota di Iran termasuk Teheran.(CNNI/AFP/Middle East Monitor)

 

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here