SERUYAN – Sebanyak 190 orang di Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah diduga keracunan makanan atau minuman saat acara buka puasa bersama.
Bahkan satu orang di antaranya yaitu seorang anak, Bunga (11) akhirnya meninggal dunia saat dirujuk ke rumah sakit.
Petugas Bagian Kesehatan Lingkungan atau Sanitarian UPTD Puskesmas Terawan, Rudinah mengatakan keracunan massal tersebut terjadi setelah para korban menyantap makanan pada acara buka puasa bersama sekaligus syukuran tasmiyah dan akikah anak ketiga Tuminah, salah satu karyawan PT Sabindo, pada Senin (13/5/2019) sekitar pukul 17.30 WIB.
Sebagian besar korban keracunan tersebut merupakan karyawan PT Sabindo, perusahaan kontraktor mitra perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Mustika Sembuluh Kabupaten Seruyan. Mereka ambruk beberapa saat setelah makan dan minum di acara buka puasa bersama tersebut.
Saat kejadian, korban dibawa ke puskesmas untuk diberikan pertolongan, namun Bunga tidak mampu bertahan. Dia sempat diberikan perawatan di Puskesmas Terawan, namun meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju rumah sakit Sultan Imanuddin Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaringin Barat.
Korban diduga mengalami keracunan dari bahan baku air yang dipergunakan untuk mengolah makanan dan minuman. Namun untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian dan korban keracunan, contoh air yang diduga tercemar limbah tersebut sudah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Seruyan untuk diperiksa.
Tuminah yang merupakan tuan rumah acara yang berujung keracunan massal itu mengaku tidak menyangka dengan peristiwa tersebut. Bahkan, Tuminah juga ikut menjadi korban keracunan massal tersebut.
“Makanan yang kami sajikan adalah masakan daging kambing, ayam dan minuman berupa es buah. Dan air yang dipergunakan untuk memasak mengambil dari kolam di sekitar perusahaan sawit PT Mustika Sembuluh,” terangnya, Kamis (16/5/2019), dilansir Antara.
Menurut Tuminah, air tersebut sudah lama dipergunakan warga setempat untuk memenuhi kebutuhan karyawan di sekitar perusahaan. Hasilnya, selama ini mereka baik-baik saja.





