MALANG – Harga cabai yang masih mahal membuat Menik (52) pedagang rujak di Perumahan Karanglo Indah Kota Malang membatasi hanya tiga buah cabai yang diberikannya untuk satu porsi rujak.
Ia mengungkapkan, beberapa pelanggannya terbiasa meminta menu sangat pedas. Pelanggan ada yang meminta bumbu dengan 13 cabai, 17 cabai bahkan 21 cabai.
“Cabainya sedang mahal, tetapi tetap minta bumbu pedas,” kata Menik di kiosnya, Kamis (12/1/2017).
Jika pelanggannya minta lebih banyak, harus menambah cabai sendiri, atau harga jual rujak ditambah biaya harga cabai tambahan. Harga rujak ulek setiap porsi Rp 10 ribu, ditambah harga cabainya.
“Kalau tambah lima biji harganya tambah seribu rupiah, 10 biji harganya ditambah dua ribu rupiah, dan seterusnya,” katanya, dikutip dari merdeka.com.
Hal tersebut tegas dilakukan Menik karena hingga saat ini masih mahal dan berdampak pada pedagang seperti dirinya. Terakhir, dirinya membeli dengan harga Rp 100 ribu per kilogram. Tetapi untuk kebutuhannya cukup membeli setengah kilogram saja.
Menik mengatakan, tidak hanya harga cabai yang dirasakan terlalu tinggi, tetapi sayur-sayuran juga. Biasanya untuk kebutuhan cabai dan sayuran hanya butuh Rp 300 ribu, tetapi saat ini sudah tidak cukup lagi.





