CHINA – Seorang diplomat China menanggapi keputusan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang bersiap untuk membentuk badan untuk mempersiapkan bukti pelanggaran hak asasi manusia di Myanmar, dengan mengatakan isu Rohingya tidak boleh diperluas atau “diinternasionalkan”.
Berbicara kepada Menteri Luar Negeri Bangladesh Abul Hasan Mahmood Ali dan menteri kantor Penasihat Negara Myanmar Kyaw Tint Swe di New York pada hari Kamis (27/9/2018), Penasihat Negara China Wang Yi mengatakan bahwa masalah Rakhine adalah masalah yang kompleks dan bersejarah.
“Masalah negara Rakhine pada dasarnya adalah masalah antara Myanmar dan Bangladesh. China tidak menyetujui untuk mempersulit, memperluas atau menginternasionalisasikan masalah ini, ”kata Wang, menurut pernyataan kementerian luar negeri China yang dikeluarkan pada hari Jumat.
China berharap bahwa Myanmar dan Bangladesh dapat menemukan resolusi melalui pembicaraan, dan China bersedia untuk terus membantu menyediakan platform untuk komunikasi ini.
“Komunitas internasional, termasuk PBB, juga dapat memainkan peran konstruktif dalam hal ini,” kata Wang, dikutip Reuters.





