Covid-19 Mulai Menyerang Remaja

Covid-19 ternyata tidak hanya menyerang paru-paru, tetapi juga organ tubuh lainnya dan korbannya lintas agama, kepercayaan dan benua, tidak peduli lansia mau pun remaja. Warga Dunia harus bersatu memeranginya!

PANDEMI global Covid-19 yang semula hanya dikenal lebih banyak mengincar kaum lansia dan menyerang paru-paru, ternyata juga  menyerang organ tubuh lainnya dan juga menelan korban para remaja.

Majalah Forbes (27/4) lalu melaporkan, virus Corona galur baru itu (Covid-19) ditengarai juga mengakibatkan gagal ginjal, serangan jantung dan otak, serta pada kasus-kasus terakhir menyebabkan penggumpalan darah yang memicu stroke di kalangan korban remaja.

Dari sejumlah kasus Covid-19 di AS, ditemukan virus tersebut menyerang pembuluh-pembuluh besar pasien dalam kategori berusia muda yang terpapar virus tersebut.

Pembuluh darah yang diserang hanya yang besar-besar saja yang terkait fungsi pernafasan dan  gerakan anggota anggota tubuh, dan  jika oklusi (penyumbatan)  terjadi dalam skala besar di pembuluh terkait kerja otak, bisa mengakibatkan kerusakan  permanen.

Sementara itu, pakar RS Mount Sinai, AS dr. Thomas Oxlei seperti dikutip New England Journal of Medicine (29/4) melaporan kondisi lima pasien Covid-19 berusia relatif muda yang mengalami stroke pembuluh darah besar.

Dari hasil penelitian pada lima pasien di bawah 50 tahun  (37 sampai 49 tahun) yang mengalami stroke lebih dua minggu, masing-masing seorang meninggal dan masih dirawat di RS, satu dinyatakan sembuh dan dua lagi dalam rehabilitasi medis.

“Yang jelas kelima-limanya positif terpapar Covid-19, “ujar dr. Oxlei seraya menambahkan, pasien tersebut yang semula tidak menunjukkan gejala terpapar Covid-19 seperti pusing, sesak nafas dan batuk kering tersebut, ternyata setelah dilakukan pemindaian, mengalami penyumbatan di kepalanya.

Badan Kesehatan Dunia (WHO)  juga mengingatkan, anak-anak muda tak hanya berisiko terinfeksi Covid-19 akut  bahkan meninggal, tetapi juga bisa menyebarkan virus tersebut yang berisiko serius bagi orang lain.

Pandemi Covid-19 global sampai Kamis (7/5) telah menewaskan 264.021 orang, menginfeksi 3.810.744  orang di 214 negara , sebanyak 1.287.653 diantaranya dinyatakan sembuh.

Pandemi Covid-19 terjadi di lintas benua, bahkan negara adidaya AS dengan korban tertinggi (74.121 meninggal, 1.256.669 terinfeksi), disusul Spanyol (25.857 meninggal, 253.682 terinfeksi),  Itali (29.684 orang meninggal, 214.457terinfeksi), Inggeris (30.076 meninggal dan 201.101 terinfeksi).

Covid-19 selain tidak membedakan agama dan keyakinan calon korbannya, menyerang secara lintas benua dan tidak peduli berapa usianya, bisa lansia, bisa juga remaja!

Singkirkan perbedaan, mari kita perangi Covid-19 bersama-sama!

 

 

 

 

 

Advertisement