Covid-19 Muncul Lagi di China

Pemunculan baru Covid-19 di Prov. Hebei, China sehingga wilayah tersebut dilock down demi menghindari perluasan penyebarannya.

CHINA kembali menutup (lock down) dan memberlakukan situasi darurat di Provinsi Hebei yang berpenduduk 20 juta jiwa menyusul ditemukanya kasus-kasus positif Covid-19 yang pertama dalam delapan bulan terakhir ini.

Sebanyak 138 kasus Covid-19 dan sejumlah kematian akibat penyakit tersebut atau yang tertinggi sejak Maret lalu dilaporkan kepada  Komisi Kesehatan Nasional China (14/1) sehingga dianggap sebagai laporan terburuk dari wilayah itu.

Pemerintah setempat tanpa merinci lebih jauh hanya menyebutkan, ada korban meninggal tercatat di Provinsi Hebei dan sejumlah kota di wilayah tersebut , diberlakukan lockdown.

Sebelumnya otoritas menggelar tes massal dan penutupan sekolah sertatoko-toko di Shijiazhuang, ibu kota Provinsi Hebei yang dianggap episentrum penyebaran Covid-19 terbaru.

Sementara kota tetangga, Xingtai dan Langlang, dengan total populasi 12 juta jiwa, juga ditutup sejak Jumat pekan lalu (8/1), begitu pula  Provinsi Heilongjiang di sebelah timur laut pun menetapkan status darurat dan memeriksa 37 juta warganya karena kenaikan kasus Covid-19.

Sementara itu kasus kematian terbaru akibat Covid-19 terjadi saat Beijing bersiap menyambut tim ilmuwan yang dikirim Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Menurut AFP, tim WHO beranggotakan sepuluh orang  itu dikirim untuk menyelidiki asal usul Covid-19 yang mewabah diChina, bermula dari kota Wuhan di Provinsi Hubei, medio Desember tahun lalu.

Pimpinan Tim WHO, Peter Ben Embarek mengemukakan, agenda pertama mereka adalah menjalani karantina selama dua pekan sesuai protokol yang berlaku setelah itu akan menemui sejumlah pejabat, lalu menuju kota Wuhan.

Embarek menjelaskan, tujuan mereka adalah mendapatkan gambaran mengenai bagaimana virus bisa menular dari hewan ke manusia mengacu pada pemberitaan sebelumnya bahwa penularan virus berasal dari pasar basah Huanan, Wuhan tempat jual-beli hasil laut dan daging beku impor.

Kedatangan Tim WHO tersebut sempat tertunda karena otoritas China tak kunjung memberikan visa masuk dengan alasan yang tidak jelas sehingga mengundang teguran dari Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

 

Advertisement