Cuaca di Jateng Terdampak Pumpun Angin, Warga Diminta Waspada

Ilustrasi hujan angin/ Foto: newsth.com

CILACAP – Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Cilacap Teguh Wardoyo mengatakan kondisi cuaca di wilayah Jawa Tengah dipengaruhi oleh pertemuan atau pumpun angin.

Menurutnya saat ini ada pumpun atau pertemuan angin mulai dari barat daya Sumatera, sekitar Jawa, selatan Kalimantan, selatan Sulawesi, dan Papua.

Selain itu, kata dia, di wilayah utara ekuator juga sudah mulai muncul badai tropis, salah satunya siklon tropis Jelawat di Samudra Pasifik sebelah timur Filipina serta daerah tekanan rendah di utara Australia yang kekuatannya 999 milibar.

Ia mengatakan interaksi tiga gangguan tropis tersebut mengakibatkan terjadinya hujan sejak dua hari terakhir.

Akan tetapi dari tiga gangguan tropis itu, pumpun angin paling memberikan dampak terhadap kondisi cuaca di wilayah Jateng.

“Kondisi cuaca yang berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang itu diprakirakan masih akan berlangsung dalam tiga hingga tujuh hari ke depan. Meskipun intensitasnya ringan hingga sedang, hujan yang terjadi berlangsung lama sehingga jika diakumulasikan dalam satu hari bisa masuk kategori lebat,” jelasnya, dilansir Antara, Selasa (27/3/2018).

Oleh karena itu, dia mengimbau warga yang bermukim di daerah rawan longsor maupun banjir agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana tersebut.

Advertisement