
SUKABUMI – Cuaca ekstrem yang diperkirakan akan terjadi hingga 10 Maret mendatang membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi mewaspadai potensi bencana.
Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan, BPBD Zulkarnain Barhami, mengatakan fenomena ini harus disikapi dengan peningkatan kewaspadaan menghadapi bencana. Sebab tingginya intensitas berpotensi menyebabkan bencana baik banjir maupun longsor.
Hal tersebut terbukti jika banjir sudah terjadi di jalan raya sekitar kawasan santasea atau belakang Terminal Tipe A Sukabumi pada Rabu (7/3/2018) sore kemarin.
Dampaknya lanjut Zulkarnain, seperti dikutip Republika, arus lalu lintas sempat terhambat karena adanya genangan air. Diduga genangan air terjadi karena tidak berfungsinya saluran air dan posisi kawasan yang rendah sehingga tidak meresap air. Selain itu dilaporkan juga longsor yang melanda Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole.
Di sisi lain ungkap Zulkarnain, Kota Sukabumi masih menerapkan status siaga darurat bencana banjir dan longsor hingga 31 Mei 2018 mendatang.




