JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan siklon tropis Surigae, yang saat ini berada di Samudra Pasifik sebelah utara Papua Barat tidak berpengaruh terhadap cuaca di wilayah Jabodetabek karena jaraknya yang cukup jauh.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengatakan cuaca di Jabodetabek saat ini dipengaruhi sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat Bengkulu dan perlambatan angin di atas Banten-Jawa Barat.
Guswanto menuturkan sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat Bengkulu tersebut membentuk daerah pertemuan angin (konfluensi) di perairan barat Lampung hingga Samudra Hindia barat Lampung yang menyebabkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang sistem sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konfluensi.
BMKG juga memantau adanya daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) lainnya yang memanjang dari perairan barat Aceh hingga Sumatera Utara bagian selatan, dari Teluk Bone hingga Sulawesi Barat bagian utara.
“Kondisi ini dapat meningkatkan potensi awan hujan di sepanjang wilayah konvergensi tersebut,” ujarnya.
Menurut Guswanto, siklon Surigae diprediksi tidak melintasi wilayah Indonesia dan cenderung menjauh. Saat ini, siklon tropis Surigae berada di Samudra Pasifik utara Papua Barat, 10,6 LU dan 131,3BT atau sekitar 1.310 km sebelah utara barat laut Manokwari.





