Curah Hujan Tinggi Perburuk Lokasi Longsor Ponorogo, Banjir Bandang pun Mengintai

PONOROGO – Selama proses pencarian korban longsor di Desa Banaran berlangsung, bukan hanya bahaya potensi retakan tanah yang harus diwaspadai di lokasi, namun juga ancaman banjir bandang yang mungkin terjadi di wilayah tersebut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur Sumani  mengingatkan dan mengantisipasi potensi banjir bandang yang sangat mungkin terjadi seiring hujan deras yang terjadi selama proses pencarian berlangsung.

Menurutnya, kondisi memburuk sejak dua hari terakhir karena intensitas curah hujan tinggi memicu longsor kecil di sektor A. Hal ini sempat membuat panik tim relawan dan unsur SAR dalam menyelamatkan diri.

Kini menurutnya yang  lebih membahayakan penduduk dan tim relawan saat ini adalah ancaman banjir bandang. Sebab hujan dari arah puncak hingga permukiman telah menyebabkan material lumpur longsoran sepanjang 1,5 kilometer di arah pemukiman menjadi lembek dan jenuh air.

Kondisi tersebut masih diperparah oleh tiga sumber air di sekitar lokasi longsor yang tertimbun material tanah sehingga dimungkinkan mencari celah jalan keluar baru yang memicu pergerakan tanah lanjutan.

“Yang terdampak jika banjir bandang sampai 200 perumahan. Jika tidak dibuka sektor D dan dibersihkan akan banyak korban,” kata Sumani, dilansir Tempo, Jumat (7/4/2017).

Untuk mengantisipasi banjir bandang, BPBD menetapkan zona baru di sektor D. Tujuannya, untuk memperlancar aliran lumpur dan antisipasi banjir bandang. Dia menjelaskan zona baru untuk membedah tumpukan timbunan tanah yang sempat tersendat di sektor C.

Advertisement