Dalam 11 Hari, 136 Warga Yaman Tewas Akibat Serangan Udara Saudi

Serangan Saudi di Yaman 1 Desember 2017/ AFP

JENEWA  –  Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan 136 warga sipil telah tewas di Yaman selama 11 hari di bulan ini akibat serangan udara yang intensif oleh koalisi militer pimpinan-Arab.

Rupert Colville, juru bicara Kantor Komisioner Tinggi untuk Hak Asasi Manusia, mengungkapkan keprihatinan yang mendalam pada hari Selasa (19/12/2017) mengenai lonjakan korban sipil dalam sebuah kampanye udara yang diluncurkan oleh koalisi pimpinan Arab Saudi sebagai tanggapan atas pembunuhan 4 Desember terhadap mantan presiden Yaman , Ali Abdulla Saleh.

Saleh tewas dalam sebuah serangan granat dan senjata oleh pemberontak Houthi beberapa hari setelah dia memutuskan  dan menyatakan keterbukaan terhadap perundingan dengan koalisi pimpinan Arab Saudi, yang melakukan intervensi di Yaman pada bulan Maret 2015 untuk memulihkan pemerintahan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi.

Perang di negara termiskin di dunia Arab kini telah berlangsung 1.000 hari.

Lebih dari 10.000 warga sipil terbunuh dalam konflik tersebut dan PBB telah memperingatkan sekitar 8,4 juta orang terancam  kelaparan. Negara yang dilanda perang juga memerangi wabah kolera terburuk di dunia, yang telah membunuh ribuan orang dan menginfeksi sekitar satu juta orang.

Dilansir Aljazeera, Colville mengatakan bahwa kantor hak asasi manusia PBB telah memverifikasi bahwa 136 warga sipil  tewas dan sekitar 87 terluka” dalam serangan di ibukota, Sanaa, dan tiga provinsi utara lainnya.

Serangan tersebut terjadi antara 6-16 Desember, dan menyerang saluran TV Houthi, rumah sakit, penjara, pesta pernikahan dan rumah pertanian.

Advertisement