BOGOR – Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengeluarkan informasi berdasarkan hasil data satelit, wilayah terluas yang terdampak banjir pada awal tahun 2020 adalah Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi.
Sedangkan di Banten menyebar di Kabupaten Pandeglang, Kota Serang, Kabupaten Serang, Kota Cilegon, Kabupaten Lebak, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan.
LAPAN juga mengeluarkan data satelit titik banjir di DKI Jakarta tanggal 2 Januari 2020, dan terlihat hampir di sejumlah wilayah DKI Jakarta terdapat genangan, tampak Jakarta Utara dan Jakarta Pusat terbanyak ditutupi warna biru yang berarti genangan banjir.
“Sementara tidak ada. Karena data satelit berawan, namun kita sedang koordinasi dengan mitra kerja sama riset terkait penginderaan jauh di luar negeri, tentang ketersediaan atau perekaman datanya,” kata Kepala Bidang Diseminasi Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh LAPAN M Priyatna
LAPAN melakukan analisis kondisi atmosfer melalui SADEWA atau Satellite-Based Disaster Early Warning System merupakan Decission Support System (DSS) yang dikembangkan oleh Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer (PSTA) LAPAN.
SADEWA menyajikan informasi berbasis pengamatan termasuk liputan awan dari satelit Himawari-8 dan prediksi parameter atmosfer seperti curah hujan, angin, suhu, dan kelembaban.
Berdasarkan pantauan satelit itu, sebagaimana dilansir Antara, sel konveksi (molekul cairan dan gas) yang tumbuh menjadi sistem konvektif skala meso (MCC) terbentuk di sekitar Selat Karimata sejak pagi pada 31 Desember 2019.
Pembentukan MCC di wilayah tersebut bersamaan dengan pembentukan Cross-Equatorial Northerly Surge (CENS) di wilayah yang sama. Untuk diketahui, CENS merupakan fenomena meteorologis berupa aliran angin permukaan yang sangat kuat melintasi garis ekuator.
Aktivitas CENS yang menguat terus terjadi hingga sore hari pukul 15.00 WIB, dan secara cepat membuat MCC tersebut bermigrasi ke Laut Jawa. Selain berpindah, pertumbuhan sel-sel konveksi yang baru juga terjadi sangat intens dan meluas meliputi seluruh Laut Jawa.
Kondisi inilah yang kemudian memicu pembentukan hujan ekstrem maksimum pada tengah malam hingga dini hari di atas pantai utara Jawa Barat.
Aktivitas CENS dan hujan ekstrem pada dini hari di utara Jawa Barat tersebut dapat diprediksi melalui SADEWA LAPAN.





