RAKHINE – Delapan orang muslim Rohingya di Desa U Shey Ka, negara bagian Rakhine mengaku telah diperkosa dan ditodong senjata para militer Myanmar.
Kejadian tersebut dilakukan saat militer menggerebek rumah pasca serangan terhadap sejumlah pos penjagaan di perbatasan. Bukan hanya memperkosa, namun militer juga mengambil perhiasan para korban.
“Mereka merobek pakaianku dan kerudungku. Dua orang tentara memegang tanganku dan satu orang memperkosan dengan memulai membelai rambut,” ungkap seorang korban yang berusia 40-an tahun, dilansir Reuters, Jumat (28/10/2016).
Namun tuduhan tersebut dibantah oleh Juru Bicara Kepresidenan Myanmar Zaw Htay. “Tidak ada kejelasan pemerkosaan itu terjadi di tengah desa berisi 800 rumah di mana para pemberontak bersembunyi,” ujarnya.
Lain halnya dengan warga dan sejumlah aktivis yang menyebut sejumlah warga sipil ditangkap selama operasi. Zaw Htay menuduh warga mengarang tuduhan sebagai upaya mengaburkan informasi. Kepala Polisi Negara Bagian Rakhine juga menyebut klaim tersebut sebagai propaganda dari kelompok pemberontak.
Sementara pejabat desa U Shey Kya, Armah Harkim, berupaya untuk mencari kebenaran informasi tersebut terlebih dahulu.





