SUKOHARJO – Longsor melanda tebing sungai di wilayah Dukuh Guntur Desa Gupit Kecamatan Nguter dan membuat delapan rumah warga di RT 2 RW 2 terancam hanyut.
Satu rumah diantaranya terdampak paling parah yakni milik Wagiyem Reso Mulyono (85). Untuk mengamankan rumah maka telah dilakukan pengamanan sementara dengan memasang pembatas dari bambu pada longsoran.
Warga RT 2 RW 2 Guntur, Gupit, Nguter Suroso (25) cucu Wagiyem Reso Mulyono, derasnya arus air membuat tebing sungai menjadi longsor dan mengerus halaman belakang rumah.
Usai longsor tersebut, kata Suroso membuat keluarga kaget dan langsung melakukan pengamanan lokasi. Meski sekarang sudah dipasang bambu agar tidak terjadi longsor susulan namun Suroso mengaku tetap khawatir. “Posisi longsor semakin dekat dengan rumah. Kalau terus longsor maka rumah bia hanyut ke sungai,” ujar Suroso.
Suroso meminta kepada petugas untuk segera membuat talud permenan agar tidak terjadi longsor susulan. Sebab setiap kali hujan deras selalu terjadi longsor susulan. “Tahun lalu sudah ada petugas dari Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) sudah mengecek ke sini tapi belum ada rencana pembangunan talud permanen,” lanjutnya, dilansir KRjogja, Jumat (24/2/2017).





