Dianggap Langgar Hukum Internasional, Suriah Minta Koalisi AS Dibubarkan

ilustrasi Kota Raqqa, ibukota dan benteng terakhir NIIS di Suriah dibombardir oleh pasukan koalisi dan SDF

SURIAH – Kementerian Luar Negeri Suriah mendesak PBB untuk membubarkan koalisi anti-teror pimpinan AS yang juga telah berdampak terhadap warga sipil di Suriah.

“Pembunuhan sistematis AS terhadap warga sipil Suriah merupakan pelanggaran mencolok terhadap hukum Internasional,” kementerian tersebut mengatakan pada Minggu (6/8/2017), dikutip Xinhua dari kantor berita Sana.

Kementerian mendesak untuk pembongkaran segera koalisi yang telah terbentuk tanpa permintaan pemerintah Suriah dan di luar rangkaian kerja PBB.

Kementerian tersebut merujuk pada beberapa insiden di mana korban sipil disebabkan oleh serangan udara dari koalisi pimpinan AS, mengatakan bahwa AS telah menggunakan bahan kimia dalam serangannya terhadap warga sipil di kota utara Raqqa.

Ia juga mengatakan bahwa serangan tersebut menghancurkan rumah-rumah dan rumah-rumah sakit di Raqqa, ibukota de facto dari kelompok ISIS.

Kementerian tersebut mencatat bahwa “kejahatan” koalisi juga terjadi di provinsi Hasakah, Aleppo dan Deir al-Zour.

Pengutukan tersebut terjadi sehari setelah serangan udara pimpinan AS menewaskan 43 warga sipil di beberapa wilayah di Raqqa.

Selama dua bulan terakhir, koalisi AS telah meningkatkan serangannya terhadap Raqqa, ditambah dengan serangan darat terhadap Pasukan Demokrat Suriah yang didukung AS yang menguasai separuh Raqqa dari ISIS.

Advertisement