Diduga Salah Sasaran, Serangan Udara AS Tewaskan Warga Sipil Somalia

Ilustrasi perang di Somalia telah membuat warganya miskin dan kelaparan/ BBC

Washington-Beberapa hari lalu Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan udara ke wilayah Putland, Somalia. Disebut sebut serangan itu salah sasaran, bukan mengenaimilitan Al Shabab justeru menewaskan warga sipil.

Karena hal itu, pemerintah Somalia melancarkan protes kepada Amerika Serikat. Mereka menyatakan, serangan udara milite AS itu salah sasaran.

Korban serangan tersebut mencapai 22 orang, termasuk militer Somalia. Namun, Militer AS dalam pernyataan resmi menyatakan, operasi udara mereka berhasil membunuh puluhan anggota Al-Shabab.

Pernyataan AS ini membuat Pemerintah Somalia meradang. Pemprov Galmudug meminta pemerintah pusat Amerika segera mengeluarkan penjelasan sejelas-jelasnya.

“Kami menunggu penjelasan dari AS,” sebut pernyataan resmi Galmudug, seperti dikutip dari Guardians Jumat (30/9/2016).

Pernyataan dari Pemprov Galmudug dikonfirmasi oleh Militer Somalia. Mereka mengakui ada anggotanya yang tewas karena serangan udara AS.

Namun demikian, jumlah berapa anggotanya yang tewas tidak dibeberkan Militer Somalia.

Sebelumnya, Washington DC menyatakan, serangan udara di dekat wilayah Putland merupakan bentuk pertahanan diri. Mereka pun meyakini ada sembilan milisi Al-Shabab yang tewas.

Meski Washington masih bungkam, Pusat Komando AS di Afrika telah buka mulut. Tudingan bahwa serangan menewaskan warga sipil mereka sebut tidak tepat.

“Tapi setelah melakukan penilaian dan lewat bukti-bukti yang kredibel laporan tersebut tidak benar,” ucap pernyataan Pusat Komando tersebut.

Advertisement