JAKARTA- Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta telah membangun 50 Kampung Siaga Bencana di titik rawan bencana.
Pembangunan kampung itu bertujuan membantu penyaluran bantuan kepada korban.
“Saat ini, sudah siap 50 Kampung Siaga Bencana yang ada di beberapa kelurahan yang menjadi titik rawan bencana banjir. Kampung ini nanti menjadi tempat penampungan logistik, juga mengolah, dan mendistribusikannya,” kata Kepala Bidang Perlindungan Sosial Dinas Sosial DKI Jakarta Tarmijo Damanik di Jakarta,seperti diberitakan MI, Selasa (23/8).
Dia mengatakan Kampung Siaga Bencana berguna mempercepat penyaluran bantuan kepada korban yang terkena dampak bencana.
Nantinya masyarakat yang akan mengelola sendiri kampung siaga bencana itu.
Pihaknya hanya menyalurkan bahan logistik ke Kampung Siaga Bencana, kemudian masyarakat berperan dengan mengolah dan mendistribusikan bantuan itu sesuai dengan kebutuhan di wilayah mereka.
“Kami berikan bahan, masyarakat yang berperan aktif di sana. Karena tanpa peran masyarakat, penanganan bencana seperti ini tidak akan berjalan efektif. Masyarakat yang aktif biasanya masyarakat yang tergabung dalam pilar-pilar sosial, ada karang taruna, pekerja sosial masyarakat, tokoh masyarakat, dan seterusnya. Mereka yang membantu kita,” ujar Damanik.
Dia mengatakan jumlah Kampung Siaga Bencana meningkat. Sejak dibangun pada 2014 hingga 2015, sebanyak 30 Kampung Siaga Bencana telah beroperasi.
Sementara itu, pada 2016, ada penambahan sebanyak 20 kampung sehingga saat ini totalnya menjadi 50 Kampung Siaga Bencana.





