GAZA – Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan seorang remaja Palestina pada Selasa (23/10/2018) menyerah pada luka yang dideritanya akibat tembakan tentara Israel selama aksi unjuk rasa di perbatasan Gaza dan Israel.
“Montaser Mohamed Ismail al-Baz yang berusia tujuh belas tahun menjadi korban karena luka yang dideritanya hari ini oleh tembakan tentara Israel di dekat perbatasan timur kamp pengungsi Palestina Bureij di pusat daerah kantong,” ungkap Ashraf al-Qidra, juru bicara kementerian, dikutip Anadolu.
Dalam pernyataan sebelumnya, kementerian mengumumkan bahwa al-Baz terluka parah di kepala.
Sejak unjuk rasa dimulai pada 30 Maret, lebih dari 200 warga Palestina tewas di dekat zona perbatsan dan ribuan lainnya terluka oleh tembakan tentara Israel.
Para pengunjuk rasa menuntut hak untuk kembali ke rumah dan desa mereka di Palestina yang bersejarah, dari mana mereka didorong pada tahun 1948 untuk membuka jalan bagi negara baru Israel.
Mereka juga menuntut diakhirinya blokade 12 tahun Israel di Jalur Gaza, yang telah memusnahkan perekonomian enklave pesisir dan mencabut 2 juta penduduknya dari banyak komoditas pokok.





