ACEH (KBK)- Dompet Dhuafa (DD) membangun sekolah untuk pengungsi Rohingya di Timbang Langsa, Aceh. Bangunan sekolah tersebut akan diluncurkan pada tanggal 6 Maret 2016 bersamaan dengan akan dipindahkannya para pengungsi dari beberapa titik di Langsa, Aceh ke Timbang Langsa.
Rama Adi Wibowo dari Yayasan Pemberdayaan DD mengatakan awalnya DD akan membangun enam kelas untuk kegiatan belajar mengajar (KBM). Namun seiring semakin berkurangnya jumlah pengungsi, akhirnya DD membangun dua kelas dan satu ruangan untuk guru.
“Pengungsi Rohingya di Aceh berkurang cukup drastis. Setidaknya sampai sampai tujuh orang meninggalkan Langsa setiap minggunya. Biasanya mereka menuju Malaysia,” ujarnya.
Dikatakan Rama pendidikan yang diberikan pada sekolah itu adalah pendidikan informal. Namun fokus pada tiga materi, yaitu menulis, menghitung dan pendidikan bahasa, baik bahasa Indonesia, maupun bahasa Inggris.
“Karena usia dari muridnya tidak sama, oleh sebab itu sifatnya informal dan kami memberikan pelajaran sesuai dengan usia murid,” tambah Rama.
Meski saat ini bangunan sekolah tersebut belum berdiri, sebenarnya program mengajar bagi para pengungsi Rohingnya sudah diterapkan DD sejak satu tahun yang lalu. “Sebenarnya bangunan itu hard ware-nya namun soft ware-nya sudah ada dari satu tahun yang lalu,” pungkasnya.
Saat ini terdapat 10 anak Rohingnya yang belajar di sekolah tersebut. Selain itu ada pula remaja dan orang dewasa yang turut serta belajar disana. Sedangkan untuk pengajar, terdapat 3 orang yang secara sukarela mengajar di sekolah tersebut.
Rama menjelaskan program ini untuk menunjukan bahwa DD memperhatikan sekaligus memberikan hak anak atas pendidikan. Selain itu dirinya juga berharap langkah ini dapat menjadi acuan bagi NGO lain untuk ikut peduli dengan pengungsi yang ada di Indonesia. “Saya juga berharap segera ada dasar hukum untuk para penungsi, karena sekarang mereka masih dianggap illegal,” tuturnya kepada KBK (24/2/2016).
Pengungsi Rohingnya yang terdapat di Kota Langsa saat ini sekitar 184 orang dan tersebar di tiga daerah. Diantaranya adalah 46 orang di Kuala Langsa, 37 orang di Lhokbanie dan 101 orang di Bayeun. (mir)





